Indonesia
NovelToon NovelToon
Plot Twist : I'M The Villainess

Plot Twist : I'M The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Fantasi
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Genre: Fantasi Modern, Romantis-Komedi, Isekai

Elia said : Gue boleh jadi antagonis, tapi minimal tetep punya akhlak lah ya!

Gimana jadinya kalau seorang gadis Gen Z super santuy bernama Elia tiba-tiba terbangun di dalam dunia webnovel romansa klise yang sering dia baca? Alih-alih jadi tokoh utama yang disayang semua orang, Elia malah apes tingkat dewa: dia masuk ke tubuh si villainess (tokoh jahat) yang punya nasib tragis dan bakal mati mengenaskan di pertengahan cerita!
Novel itu berjudul "Gadis Desa dan Sang Taipan" sebuah kisah cinta menye-menye tentang gadis kampung polos yang dicintai setengah mati oleh seorang taipan muda nan kaya raya. Masalahnya, si taipan kaya ini adalah tunangan Elia di dunia tersebut. Berdasarkan alur asli, Elia harusnya mati karena terlalu bucin dan terobsesi merusak hubungan mereka.
"Yang bener aja?! Masak gue harus jadi villain? Mana mati di tengah cerita lagi. Sial banget!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Skenario Baru dan Penawaran Sistem

~ HAPPY READING ~

|

Suasana di grand ballroom Hotel Azure yang semula dibalut alunan musik lembut kini berubah total menjadi panggung drama penuh tekanan. Ketegangan menggantung begitu pekat di udara, membuat ratusan pasang mata para tamu VIP tak berani berpaling sedikit pun dari panggung utama.

"Tuan Albert! Kami dari keluarga Lauren sama sekali tidak keberatan dengan pembatalan ini!" tegas Papa Michel sekali lagi. Suaranya bergema penuh wibawa di seluruh penjuru ruangan, berdiri membusungkan dada di hadapan sang patriarch keluarga Veradoux. "Anak-anak kita sudah dewasa! Jika mereka memang tidak bahagia bersama, tidak ada alasan bagi kita orang tua untuk memaksakan pertunangan konyol ini!"

Di atas panggung, Elia mengelus dadanya yang mendadak sesak, meringis menatap sang ayah.

‘Aduh, Papa... niatnya mau belain gue, tapi gaya bicaranya malah bikin Kakek Albert makin meledak! Papa ini niat menolong atau mau ngajak perang suku, sih?’ jerit Elia meratapi nasibnya di dalam hati.

Benar saja, wajah Kakek Albert Veradoux yang sudah termakan usia seketika memerah padam. Urat-urat di lehernya menegang menahan amarah yang membakar. Ia memegang erat gagang tongkat kayunya hingga buku-buku jarinya memutih, menatap tajam ke arah Michel dan Arton secara bergantian.

"Tidak keberatan, katamu, Michel?!" Kakek Albert berseru dengan nada berat nan mengintimidasi. "Perjodohan ini bukan sekadar urusan anak muda yang sedang dimabuk cinta! Ini adalah ikatan kehormatan antara Veradoux dan Lauren! Bagaimana bisa kalian menganggapnya sepele seperti ini?!"

Arton melangkah maju satu tapak, memblokir pandangan kakeknya agar tidak langsung mengintimidasi Elia. "Kakek... ini salahku. Aku yang pertama kali meminta pembatalan ini pada Helena. Jangan menyalahkan keluarga Lauren—"

"Diam kamu, Arton!" potong Kakek Albert seraya menghentakkan tongkatnya ke lantai. BRAK! "Kamu pikir kamu sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sebesar ini tanpa persetujuan keluarga?!"

Belum sempat Arton menjawab, Mama Miler yang sejak tadi menahan emosi akhirnya ikut melangkah naik ke panggung dengan gaun mewahnya yang berkibar anggun namun penuh ancaman. Kehadirannya langsung menyedot perhatian seluruh tamu.

"Tuan Albert!" pangkas Mama Miler dengan nada suara tajam yang menusuk. "Jangan membentak suami saya dan jangan limpahkan semua kesalahan seolah-olah putri kami yang memohon-mohon pembatalan ini! Jika cucu Anda memang tidak pernah menghargai Helena dan lebih memilih wanita lain, untuk apa putri kami dipertahankan dalam ikatan yang beracun ini?!"

"Miler...!" bisik Papa Michel mencoba menenangkan istrinya, namun Miler hanya melempar tatapan berkilat-kilat.

"Kami keluarga Lauren mungkin tidak sebesar Veradoux Group, tapi kami tidak akan pernah membiarkan putri bungsu kami dijadikan pilihan kedua apalagi diinjak-injak harga dirinya!" tambah Mama Miler penuh penekanan.

‘Wah... Mama Miler kalau lagi mode ibu-ibu membela anak serem juga ya,’ batin Elia takjub seraya perlahan-lahan bergeser mundur satu langkah, berusaha mencari posisi paling aman dari garis tembak emosi para tetua. ‘Gue sih seneng-seneng aja dibela, tapi kalau begini terus kapan gue bisa dapet uang sepuluh triliun terus pulang buat rebahan?!’

Melihat perdebatan antar kedua keluarga terpandang itu makin memanas dan berada di ambang ledakan, sebuah sosok melangkah tenang ke tengah panggung. Langkah kakinya konstan, rapi, dan memancarkan wibawa yang begitu dominan hingga membuat aura tegang di sekitarnya mendadak melunak.

Alex Cassian Veradoux.

Pria itu merapikan kancing jas hitamnya, mengulas senyum tipis yang tampak begitu tenang dan terkontrol di hadapan ratusan pasang mata yang menonton.

"Ayah... Tuan Michel, Nyonya Miler... mohon tenang sejenak," ujar Alex dengan suara baritonnya yang dalam dan menenangkan.

Pria itu berdiri di antara Kakek Albert dan keluarga Lauren, memposisikan dirinya sebagai juru selamat di tengah kekacauan.

Kakek Albert menghembuskan napas kasar, menatap putra bungsunya. "Alex! kamu lihat sendiri bagaimana kekacauan yang dibuat keponakanmu ini?!"

"Saya melihatnya dengan sangat jelas, Ayah," sahut Alex lembut. Ia lalu menoleh menatap para tamu undangan yang berdiri berdesakan di sekeliling panggung, saling berbisik heboh bak sarang lebah.

Alex kembali menatap sang ayah seraya berbisik dengan nada terukur. "Ayah, ini adalah pesta ulang tahun Ayah yang ke-60. Seluruh media dan jajaran petinggi bisnis kota ada di ruangan ini. Melanjutkan perdebatan di atas panggung hanya akan menjadi santapan empuk berita spekulasi besok pagi. Nama besar Veradoux dan Lauren tidak boleh tercoreng karena masalah internal."

Kakek Albert terdiam. Matanya berkedip pelan, menyadari kebenaran dari ucapan putra bungsunya.

Alex kemudian memutarkan tubuhnya melayangkan pandangan ke arah keluarga Lauren, sebelum akhirnya matanya tertuju tepat pada sosok Elia. Tatapan pria itu sangat dalam, penuh kalkulasi tersembunyi yang sulit dibaca.

"Jika masalah utamanya adalah ketidakcocokan antara Arton dan Helena, serta kekhawatiran hancurnya aliansi bisnis kedua keluarga..." Alex jeda sejenak, sengaja membiarkan gantungannya memancing rasa penasaran semua orang. "...maka saya punya solusinya."

"Solusi apa, Alex?!" desak Kakek Albert.

Alex mengulas senyum misterius. "Batalkan pertunangan Arton dan Helena secara resmi malam ini."

"Apa?!" Kakek Albert kembali melotot.

"Namun..." sambung Alex cepat, kalimatnya memotong protes sang ayah. "...sebagai gantinya, biarkan saya yang mengambil alih posisi tersebut. Saya menawarkan diri untuk menjadi tunangan baru dari Helena evangelin Lauren."

Pernyataan santai namun berdampak meledak itu seketika membuat seluruh orang di atas panggung mematung!

Arton terbelalak menatap pamannya tak percaya. Papa Michel dan Mama Miler saling pandang dengan raut syok luar biasa. Sedangkan Elia? Rahangnya nyaris jatuh melantai. Otaknya mendadak hang total.

‘HAH?! APA-APAAN?! CUCUNYA BARU AJA MINTA PUTUS, SEKARANG PAMANNYA MALAH MAJU NAWARIN DIRI?! INI KELUARGA VERADOUX HOBI GONTA-GANTI SILSILAH BUAT JADI TUNANGAN GUE APA GIMANA KONSEPNYA?!’ jerit Elia histeris di dalam panggung pikirannya sendiri.

Sebelum perdebatan baru meledak di atas panggung, Alex berbalik menghadap ke arah kerumunan tamu. Ia mengambil mik dari tangan MC yang sejak tadi berdiri gemetaran di pojok panggung.

"Para hadirin yang terhormat," ujar Alex dengan suara lantang yang menggelegar tenang melalui pengeras suara. "Terima kasih atas kehadiran Anda sekalian dalam merayakan hari bahagia Ayah saya. Namun karena ada sedikit urusan internal keluarga yang harus kami selesaikan secara pribadi, dengan segala hormat, rangkaian acara malam ini kami nyatakan selesai lebih awal. Silakan menikmati hidangan penutup yang telah disediakan sebelum meninggalkan ruangan. Terima kasih."

Suara riuh, kasak-kusuk, dan gumaman kekecewaan dari para tamu langsung bertambah nyaring. Berbagai spekulasi liar bermunculan.

"Wah, ada apa ini?! Kok mendadak dibubarkan?"

"Tadi aku dengar kata pembatalan pertunangan!"

"Astaga, apa Arton benar-benar menolak Helena Lauren?!"

"Tapi tadi Tuan Alex bilang apa?! Dia yang mau menggantikan?!"

Meski diwarnai rasa penasaran yang membuncah, para tamu VIP yang paham etika high society perlahan-lahan mulai membubarkan diri ke luar dari grand ballroom, dikawal ketat oleh puluhan petugas keamanan hotel yang langsung sigap mensterilkan ruangan.

Sepuluh menit kemudian...

Atmosfer di dalam ruangan VIP Lounge lantai atas Hotel Azure terasa sangat dingin dan privat. Karpet tebal meredam setiap langkah kaki, sementara pintu jati berukir telah terkunci rapat dari luar.

Di ruangan mewah itu, kini hanya tersisa dua keluarga besar: Keluarga Veradoux (Kakek Albert, Nicky, Milen, Alex, dan Arton) serta Keluarga Lauren (Papa Michel, Mama Miler, Meilin, dan Elia).

Kakek Albert duduk di sofa tunggal berlapisan kulit, bersedekap dada seraya menatap Alex tajam. "Alex! Jelaskan maksud penawaran gila kamu tadi di depan umum!"

Alex duduk dengan santai di sofa seberang, menyilangkan kakinya dengan anggun. "Itu bukan penawaran gila, Ayah. Itu adalah keputusan paling rasional untuk menyelamatkan reputasi dan investasi kedua keluarga."

"Rasional dari mananya?!" potong Papa Michel masih dengan raut tegang. "Tuan Alex, putri saya Helena bukan barang yang bisa dioper dari keponakan ke paman begitu saja!"

"Saya sangat paham, Tuan Michel," sahut Alex tenang tanpa sedikit pun terintimidasi oleh gertakan Michel. "Namun mari kita bicara fakta bisnis secara dingin. Batalnya pertunangan Arton dan Helena secara sepihak akan menurunkan nilai saham Veradoux Group dan Lauren Corp besok pagi. Proyek megacluster di wilayah Selatan yang baru kita tanda tangani juga terancam batal jika investor menilai hubungan kita retak."

Michel dan Nicky mematung. Sebagai pebisnis ulung, mereka tahu persis bahwa ucapan Alex seratus persen benar secara hitung-hitungan finansial.

"Dengan saya menggantikan posisi Arton," lanjut Alex seraya melirik Elia tipis, "pasar akan melihat ini bukan sebagai kegagalan pertunangan, melainkan pergeseran aliansi ke tingkat yang lebih matang dan stabil. Lagipula... Helena gadis yang sangat anggun dan cerdas. Saya sama sekali tidak keberatan menjadikannya tunangan saya."

Mama Miler memicingkan matanya. "Tapi bagaimana dengan perasaan Helena?! Dia baru saja diputus sepihak oleh Arton!"

‘Patah hati dari mana nya! Gue justru lagi mau kayang gembira karena dapet sepuluh triliun!’ teriak Elia dalam hati, meski wajah luarnya terpaksa dipasang raut sendu bertekad.

Saat Elia hendak membuka mulut untuk menolak mentah-mentah penawaran Alex karena target utamanya adalah bebas dari ikatan keluarga Veradoux agar bisa pensiun tenang sebuah suara mekanik yang sangat tidak asing mendadak meledak di dalam kepalanya!

TING!

[SISTEM ANTAGONIS UTAMA AKTIF!]

‘Elah, si Setan! Kenapa harus nongol pas situasi lagi overthinking begini, sih?!’ umpat Elia dalam hati, matanya melirik tajam ke arah layar biru transparan yang mendadak muncul mengambang di udara.

[Pemberitahuan Darurat untuk Tuan Rumah! Sistem mewajibkan Tuan Rumah untuk MENERIMA penawaran pertunangan dari Alex Cassian Veradoux!]

‘Kagak mau, no debat!’ tolak Elia sengit dalam batinnya. ‘Gue udah capek-capek akting biar break up sama Arton, masa sekarang malah ditumpangi ke pamannya yang kelihatan jauh lebih red flag dan intimidatif begini?! Lu mau bikin gue game over lebih cepat di dunia novel ini, hah?!’

[Jika Tuan Rumah menolak, alur cerita dianggap gagal total. Sistem akan menjatuhkan hukuman berupa PEMOTONGAN TABUNGAN DUNIA NYATA SEBESAR 50%!]

‘Wah... lu beneran main fisik dan finansial ya, Tem?! Hobi banget playing victim terus nggertak tabungan gue!’ Elia panik setengah mati. Masalah tabungan adalah harga mati. ‘Ngasih tugas seenaknya, sekarang malah mau nguras dompet gue. Dosa lu banyak banget, Sistem!’

Melihat Tuan Rumahnya mulai spiral dan siap-siap mogok kerja, layar Sistem berkedip-kedip lembut, berganti warna menjadi keemasan yang menyilaukan.

[Membuka Fitur Khusus: 'Cheat Karakter Antagonis Premium'!]

Elia menahan napasnya sejenak. ‘Cheat...? Maksudnya gimana nih?’

[Menyesuaikan dengan tingkat kesulitan alur yang meningkat, Sistem memberikan kompensasi finansial. Mulai detik ini, setiap kali Tuan Rumah melakukan tindakan, ucapan, atau keputusan yang mencerminkan karakter ANTAGONIS seperti bersikap sombong, angkuh, menindas, atau berkata tajam Sistem akan memberikan BONUS CASH sebesar Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) secara langsung ke rekening dunia nyata Tuan Rumah per satu tindakan!]

Mata Elia yang semula melotot emosi seketika berbinar terang benderang bagai lampu laser!

‘Bentar... bentar... Lu kagak lagi prank gue kan, Tem?! Sepuluh juta cuma buat sekali akting jutek?!’

[Sistem tidak pernah memalsukan data. Semakin angkuh dan menyebalkan Tuan Rumah di depan umum, semakin melimpah saldo di rekening dunia nyata Anda.]

Kalkulator di otak Elia langsung bekerja kilat. ‘Buset, ini mah jackpot! Kalau gue ngomong pedas lima kali sehari aja udah dapat lima puluh juta?! Ini sih bukan jadi villain, tapi ladang cuan gila-gilaan!’

Rasa takut dan ragunya pada Alex seketika menguap, digantikan gairah berburu uang yang meluap-luap.

"Helena? Kenapa kamu diam saja, Nak?" panggil Mama Miler lembut, mengusap bahunya yang sejak tadi berdiri mematung dengan ekspresi komat-kamit tak jelas. "Katakan pada mereka kalau kamu tidak mau dipaksa."

Elia menarik napas dalam-dalam, menguasai ekspresi wajahnya. Ia menegakkan tubuh, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, lalu memasang raut paling dingin dan sombong yang ia punya demi mencairkan sepuluh juta pertamanya.

"Aku menerima penawaran Tuan Alex," ujar Elia lantang, suaranya tajam dan terdengar sangat tidak bersahabat. "Tapi ingat satu hal. Jangan pernah berharap aku bakal jadi tunangan yang penurut. Kalau Tuan Alex mencari wanita yang manis dan gampang diatur, salah tempat. Bersamaku, hidupmu cuma bakal penuh dengan tuntutan dan kesombongan!"

Seluruh orang di ruangan VIP itu terperanjat shock mendengar perubahan drastis Helena yang mendadak begitu angkuh dan tanpa kompromi!

Namun, bukannya tersinggung, Alex justru terkekeh pelan. Matanya berkilat penuh ketertarikan. "Sesuai dugaan... Gadis yang sangat menarik."

TING!

[Tindakan Antagonis Terdeteksi: Bersikap Angkuh & Sombong di Depan Keluarga Veradoux! Bonus Rp 10.000.000 telah berhasil ditransfer ke rekening dunia nyata Anda!]

Di balik wajah angkuhnya yang berpura-pura galak, Elia bersorak histeris gembira di dalam batinnya.

‘MANTAP CAIR BENERAN DONG 10 JUTA! FIX NO DEBAT! Mulai besok gue bakal jadi antagonis paling judes se-dunia novel ini demi jadi triliuner!’

Bersambung 🫰🏻🤗

1
Miu.Nuha
ngancemnya ngeri deh sistemnya 😭
emang kamu dpt apa sih sistem kok gitu amadt, amadt aja gk gitu...
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
Jangan panggil aku Paman!

harusnya alex ngomong gitu wkwkwk

duh keinget kartun Syifa dari prindavan 😭
Filan
eh... mau ditangani ga helenanya?
Filan
sabar-sabar....
Filan
Ya iyalah... apalah arti pakaian dalam mode darurat ini.
Putry Chan
ternyata asisten Alex itu bangsawan yang jatuh kirain cuman karyawan biasa
Kartika Candrabuwana
lah bucin juga gitu kok. arton bucin ya wajar juga kan
Kartika Candrabuwana
lah ini...orang jatuh cinta dengan cewek normal dan avaliable kok disalahin. mestinya bingung kalau arton ga suka cewek
Arni Arlinawati Pratiwi💃
turut berduka cita ya, sayang ku leila.. emak peluk kamu dari jauh.. 🫂
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gue elo nya keluar lagi.. helena.. oh helena! 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🗿 ya udahlah gimana elo aja sistem kampret!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
lah.. gimana ceritanya bambang, terus harus ngapain helena sekarang, kan udah bener helena ngerubah alur.. thorr emak colok juga matanya, 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🗿 mata nya makanya kondisikan.. giliran duit aja lu, riweuh!!!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gue elo nya hel.. kondisikan! 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
ya udah, emak ambil kartu hitam mengandung T T an nya, mo emak pake jajan seblak.. makasih, 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
ya jangan di ucapin aja kalo geli.. mending diem, 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
iya kan emang bukan orang nya bambang.. ya kek mana inget, orang jiwa nya juga udah bukan orang yang sama! 🗿oh jantung ku sabar.. kek mana nih thor baru masuk.. /Drowsy/
Wahyuningsih
dtnggu upnya kmbli thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 upnya thor tk iiinaaak menunggu 😅😅 sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Tamaa
polos banget ya tuhan
Tamaa
sebenarnya agak sama si Alex ini tapi ya gimana ya, dia sendiri yang pengen bertunangan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!