Hari ini Icut diantar oleh Givan untuk pindah ke pulau J, tepatnya di kediaman ibu Meutia. Mereka telah sampai di tempat tujuan, dengan langsung mengistirahatkan tubuhnya.
Ibu Meutia pun, sudah mengetahui akan Icut yang tengah berbadan dua tersebut. Ia cukup heran, dengan keputusan anak dan menantunya yang malah mengirim Icut ke sini, bukan malah menikahkannya.
"Van…" panggil ibu Meutia, saat Givan tengah bersantai di karpet ruang keluarga sembari memainkan ponselnya.
"Ya, Omah." sahut Givan dengan menoleh ke nenek dari ayahnya, yang masih bisa berjalan. Namun, memiliki punggung yang sedikit membungkuk sekarang.
"Gavin sehat kah?" tanya ibu Meutia, dengan duduk di kursi yang tersedia.
"Sehat, Omah. Kenapa memang?" jawab Givan kemudian.
"Omah terakhir dapat kabar, katanya Gavin di-gip tangannya." sahut ibu Meutia, dengan begitu lekat memperhatikan anak sulung menantunya.
"Iya, anak itu memang petakilan. Udah sebulan lebih, udah dilepas gip-nya. Udah lagi ikut pengobatan alternatif, sama urut macam itu. Soalnya tangannya, kek sedikit bengkok." jelas Givan dengan bangkit dari posisinya, lalu ia bersandar pada kursi, yang tengah diduduki oleh ibu Meutia.
"Memang pakek gip-nya tak yang bagus?" balas ibu Meutia, dengan mengerutkan keningnya.
"Pakek yang bagus, yang mahal. Ya… namanya tulang patah, nyatu juga mungkin tak berbentuk sempurna lagi Omah. Macam kaki papah Adi aja, leter O sampek sekarang. Meski tak begitu nampak jelas, tapi kalau diperhatikan tetap leter O. Malah akhir-akhir ini suka nyeri, kalau kehujanan katanya." ujar Givan yang diangguki oleh ibu Meutia.
"Iya sih, papahnya aja macam itu. Malah papah kau itu sih retak dua-duanya, kegencet mobil." tutur ibu Meutia yang menarik perhatian Givan.
"Memang papah ngapain sih? Dulu kenal mamah, kenal aku, kaki papah udah leter O. Malah abi ada kata, jangan sama papah Adi mamah tuh, takutnya anaknya kakinya leter O lagi. Soalnya kalau kaki macam itu tuh, bisa jadi faktor keturunan." tukas Givan, yang masih mengingat…
Belenggu Delapan Saudara
BDS16. Mengantar Icut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 283 Episodes
Comments
My_ChA
heem q sampe skrg kepikiran SM anak yg paling ganteng dan paling pinter diantara saudara" nya.
gmn y, anak pertama y memang gtu nasibnya. harus legowo, hars kuat, harus sabar, hrs mandiri. klo gak gtu ya emang tumbuh rasa iri. apalagi klo udah krj, dan mapan dr segi finansial, kadang ortu mikirnya Qt dh gak butuh perhatian mereka, padahal aslinya masih membutuhkan mereka bgt,
q sbgai anak pertama dah ngerasain itu semua.
2021-06-29
2
Mamahna Kamila
lanjut...💪💪😘😘
2021-06-29
1