"Maya????" Adinda seolah tak percaya, dengan wanita yang tengah mengeluarkan tas jinjingnya dari dalam mobil.
"Sebentar ya Bang Adi, mas Givan kebelet BAB." Canda muncul dengan wajah tidak enaknya.
"Ehh, tak apa. Jam delapan kok mulai kerjanya, deket juga jaraknya." sahut Zuhdi, yang fokusnya terbagi karena kehadiran Canda.
Maya pun sama terkejutnya, saat mengenali wajah istri siri dari suaminya dulu.
Maya terdiam kaku, saat mobil yang mengantarnya keluar dari halaman rumah mewah tersebut. Tas yang ia genggam terjatuh, ia tak bisa menahan rasa gemetar yang menyelubungi seluruh tubuhnya.
"Hamerra... Makan dulu, Nak." Icut keluar, dengan bubur tim bayi di dalam mangkuk kecilnya.
Maya mengalihkan pandangannya, pada wanita muda dengan kain jarik bermotif batik untuk menutupi rambut di kepalanya.
"Naya?" tanyanya yang sampai ke telinga mereka semua.
Icut yang merasa nama tengahnya disebut, langsung mencari sumber suara.
"Siapa itu, Mah?" tanya Icut santai, karena memang dirinya tak mengetahui rupa ibu kandungnya.
Perhatian mereka teralihkan kembali, karena mobil yang Adi kendarai telah kembali sejak kepergiannya satu jam yang lalu.
Maya sedikit menggeser posisi berdirinya, dengan mengamankan tas jinjing yang ia bawa.
Tentu Adi tak kalah kalapnya, saat mengetahui wanita yang berdiri di samping mobilnya.
Adi keluar cepat, kemudian menatap seribu pertanyaan pada Maya.
"Ngapain kau di sini? Habis 4 miliyar kau?" tanya Adi dengan nada yang naik satu oktaf.
Icut teringat akan cerita kakaknya, yang menyebutkan ibunya pergi dengan menuntut uang 4 miliyar rupiah.
"Itu ibu kandung aku, Mah?" tanya Icut, dengan menggandeng tangan Adinda.
Adinda menoleh ke arah Icut, tetapi ia enggan menjawab pertanyaan dari Icut.
"Aku udah dikontrak tiga bulan, sama ibu di alamat rumah ini." jawab Maya, dengan menoleh ke arah Adi.
"Ayo, Di." Givan keluar, dengan mengenakan kaos berlengan panjang yang memiliki banyak noda bekas cat.
Givan mengedarkan pandangannya, ke arah perhatian orang-orang di te…
Belenggu Delapan Saudara
BDS137. Tak berakhlak dan minim akhlak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 283 Episodes
Comments
Nursida Dewi kartika
wanita yg hanya mementingkan uang,Adinda klw yang ersinggung,keluarlah,bar barnya,saya sukabsifar Arinda.thor,up nya jangan sikit2 dong.
2021-09-12
1
khair
makanya wahai lelaki..cari bini bukan buat urusan saluran napsu aja
cari bini tuh juga buat guru utama anak anak..
buat mendidik 😂
oalah...anak dah delapan baru ngeh
2021-09-11
2
wie-j@
maya jadi babysitter tapi masih....nggak menyadari kesalahan
2021-09-11
1