Kenandra melebarkan matanya, "Dasar, amatiran! Belajar kau sana sama papah Adi." sahut Kenandra, dengan melepaskan pelukan Ghifar pada lengannya.
Ghifar terkekeh geli, "Kata bapak aku, ilmu naluri aja." balas Ghifar dengan cengengesan.
"Ya udah, cepet sana jalan duluan. Risih aku, mata kau jelalatan terus! Segala nengokin yang ketutup rambut." ujar Kenandra, dengan mendorong tubuh Ghifar.
"Okehhh!" tukas Ghifar dengan menekankan huruf H pada pengucapannya.
Kenandra menoleh ke arah Canda, "Begitu tuh yang kau mau? Mending pikir-pikir lagi deh, Dek. Kawan-kawan dokter Abang banyak, Dek. Barangkali mau tengok-tengok dulu. Dari pada mas-mas itu, yang suka malakin rokok." ucap Kenandra, dengan menoleh ke arah Canda dan menunjuk pada Ghifar.
"Apa sih, Bang? Orang aku cuma temenan aja." sahut Canda dengan tersipu.
Kenandra membenarkan kerah kemejanya, "Begini-begini, aku udah eks Dek. Untuk masalah tebak menebak perempuan. Tanpa kau bilang juga, Abang paham Dek." balas Kenandra, lalu ia memberikan senyum terbaiknya pada Canda. Sebelum berjalan mendahului Canda, juga Kinasya.
~
Hingga beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Ghifar merasa dirinya tengah disiksa perlahan, karena Canda yang selalu menempel padanya. Apa lagi saat dalam perjalanan, part kemangkalan Canda terasa begitu menekan lengannya.
'Haduh… bisa-bisa air keperjakaan aku bocor, kalau begini caranya.' gumam Ghifar, dengan menoleh ke arah Canda. Yang tengah berdiri di sampingnya, sembari memeluk lengannya untuk berswafoto.
"Berapa lama lagi kau mesti ada di dekat aku kek gini? Aku laki-laki normal, kau tak paham kah?" tanya Ghifar lirih, saat Canda menariknya lagi ke spot foto menarik lainnnya.
"Paham." jawab Canda tanpa dosa.
Ghifar langsung menghempaskan lengan Canda, dengan helaan nafas berat.
"Aku nyerah, aku mau ambil penerbangan balik sendiri. Puas-puasin masa liburan kau, masa bebas kau, tanpa aku! Aku risih! Aku tersiksa! Aku tak nyaman dekat-dekat sama kau!" seru Ghifar, dengan wa…
Belenggu Delapan Saudara
BDS44. Black Mamba
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 283 Episodes
Comments
Sri Mulyaningsih
ngakak abis 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
2023-11-12
1
Alea Wahyudi
canda persis kaya Dinda dulu waktu muda nempel2 kaya prangko
2021-07-19
1
My_ChA
untung ni ank masih kuat iman, gak sampe jebol si canda, coba klo givan, udah diajak masuk kamar
2021-07-19
1