Ghifar dan Kinasya saling memandang. Mereka tak mengerti, kenapa Adi dan Adinda menyeretnya ke kamar pribadi pemilik rumah tersebut.
"Mah... Baiknya, aku mandi dulu deh. Aku tadi abis terjun ke lapangan, keknya aku bau keringat sekarang." Ghifar mengendus aroma tubuhnya sendiri.
"Udahlah nanti sekalian, yang penting udah sholat kan?" Ghifar langsung mengangguk mengiyakan.
"Ada apa, Mah?" Kinasya merasa ada sesuatu yang ingin orang tua angkatnya sampaikan.
"Jadi... Udah berapa lama kalian ada hubungan?" Adi bertanya langsung ke intinya.
Kinasya menoleh ke arah Ghifar. Selama mereka bertukar chat, Ghifar tak menceritakan apapun pada Kinasya. Ia terlihat amat bingung dan butuh jawaban Ghifar sekarang.
"Kalau punya hubungan, baru kemarin hari pas Giska nikah. Cuma..." Ghifar menoleh ke arah Kinasya.
Pembicaraan ini tidak akan ada habisnya, jika Ghifar dan Kinasya saling meminta untuk melengkapi jawabannya.
"Cuma apa?" Adi lebih dominan untuk membahas hal ini. Ia ingin memuaskan rasa penasarannya selama ini.
"Cuma memang awalnya Kin dulu, Pah." pantas saja Givan tetap menjadi sulung mereka, karena putra pertama Adi tidak pandai untuk mengambil resikonya.
Mata Kinasya melebar, Ghifar melempar hal itu pada Kinasya. Ia memahami apa yang tengah dibicarakan kali ini. Ini tentang kelakuan mereka sebagai kakak beradik yang tidak normal.
Kinasya menarik nafasnya. Menurutnya, berbohong pun sudah percuma. Karena ia tetap akan terpojokkan di sini.
"Pagi itu, hari rabu tanggal merah. Sebelumnya... Memang Ghifar pernah ada bilang, buat masakin dia yang sekiranya jaga masa ototnya. Obrolan itu udah lama, sambil gurau kek gitu. Terus, aku ini datang ke kamar Ghifar. Aku minta uang, buat pegangan aku, sama beli bahan-bahan masakan yang tak ada di dapur. Tapi, lepas aku udah ada di kamar Ghifar. Aku malah meleset dari tujuan aku sebelumnya. Awalnya... Ghifar minta cium, nanti baru dikasih uangnya katanya. Tapi pas aku nurutin itu, Ghifar malah ambil posisi. Tapi udah itu, cuma sampek itu…
Belenggu Delapan Saudara
BDS256. Sidang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 283 Episodes
Comments
Een Bunda Al-fatih
ya wajar kalo kin cemburu sama Ahya secara denger langsung dari mulutnya ghifar.pemikiran kin masuk diakal.yg diragukan ini si ghifar.apa alesan utama dia mau sama kin.apakah hanya kin yg mampu bikin dia normal.apakah rasa terima kasih, sayang, kasihan, merasa bersalah atau ada perasaan lain.emang dasar turunan y bang Adi nggak peka sama keadaan.untung kin mirip mamah dinda
2021-11-07
2
khair
wajar..kan itu pilihan pertama setelah sembuh
2021-11-07
1
Maya Sumaya
wajar kalo kata aku
2021-11-07
2