"Hana en, Pa. Long…" jawab Gibran malu-malu, membuat Adi terkekeh geli.
"Long, long, long! Macam betul long aja kau!" sahut Adi yang membuat anak itu bertingkah lucu.
Ia memberi ayahnya kecupan ringan. Kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya, seperti boneka an*ing yang berada di dasbor mobil.
"Ho neu jak? Tanyoe keudeh mantong." ucap Gibran lirih, dengan menunjuk jalan yang biasa ia lewati dengan ayahnya.
"Nanti, kita ikuti motor itu dulu." sahut Adi yang membuat anak penurut itu manggut-manggut.
"Meutabak jih mangat, yasa keju." ujar Gibran, dengan menunjuk gerobak martabak yang baru saja ia lewati.
"Karena kau doyan keju, mamah belikan yang rasa keju. Dia juga jual rasa coklat, pakek ketan pun ada, cuma tak dibeli mamah." sahut Adi yang membuat anaknya mengangguk kembali.
"Lo." balas Gibran kemudian.
"Blo, kon lo." jelas Adi yang diangguki anaknya saja.
Motor yang Adi ikuti tersebut, ternyata mengarah ke rumahnya. Tak lama kemudian, Giska turun di depan rumahnya.
Lalu Giska mencium tangan laki-laki tersebut, kemudian berdada ria pada laki-laki tersebut. Namun, senyum manisnya hilang seketika. Saat mendapati ayahnya berhenti tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat ayahnya tengah mengamati dirinya dan laki-laki tersebut.
Motor laki-laki tersebut melaju pergi, dengan mengambil jalan lurus agar tak memutar kembali. Membuat laki-laki tersebut tak melihat keberadaan sang juragan, yang mendapatinya tengah mengantarkan anaknya pulang tersebut.
Giska menggaruk kepalanya, ia merasa campur aduk melihat ayahnya masih memperhatikannya tersebut. Namun, Adi malah memutar kembali motornya.
"Ho neu jak, Paaaa?" tanya Gibran kembali, ia merasa bingung kenapa ayahnya tak membawanya pulang ke rumah.
"Ke ladang, katanya Adek ikut Papah?" jawab Adi yang kembali diangguki anaknya.
Lalu Adi segera menuntaskan tujuannya, untuk berbincang dengan seseorang yang mengolah ladang bagian anak sulungnya tersebut.
Hingga menjelang maghrib, Adi baru sampai di kediamannya kembali. Kemudian lan…
Belenggu Delapan Saudara
BDS88. Giska berulah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 283 Episodes
Comments
My_ChA
papah kau gak sematre itu ghavi, papah kau khawatir, mungkin jg trauma sm kakak2 kau. JD y sedikit over protektif, apalagi Giska tinggal ank perempuan satu-satunya
2021-08-18
1