"Hayo loh, ngapain semalam?" Givan menyapa adik iparnya yang baru keluar kamar.
Adi berpikir, Givan pun mendengar suara pengantin baru tersebut.
"Ngapain, ngapain!" ketus Zuhdi dengan berjalan ke arah dapur.
"Kau mau apa?" tanya Adinda pada Zuhdi yang celingukan mencari sesuatu.
"Mau sarapan. Laper." akunya begitu menggelitik.
"Ya ampun! Junub aja dulu, sholat, terus baru sarapan. Belum ada yang matang ini. Nasi pun, baru beberapa menit masuk magicom." Adinda masih fokus pada bumbu dapurnya.
"Belum tidur aku semalaman, Mah. Laper." suara Zuhdi begitu memelas.
Adi dan Givan masuk ke area dapur. Givan menoel dagu istrinya, kemudian dirinya melangkah ke arah dispenser air.
"Kau ngapain sampek tak tidur?" Adi duduk di sebelah menantunya, yang duduk di kursi makan.
"Giska ngerengek aja. Baru merem, udah ngerengek lagi. Padahal sih matanya merem, kek mimpi buruk kek gitu lah Pah." Zuhdi kurang tahu dengan kondisi istrinya.
"Ohh." Adi manggut-manggut.
"Memang anaknya kek gitu. Kalau sebelum tidur bergurau terus, nanti tidurnya cekikikan aja. Kalau sebelum tidurnya nangis, ya sampek merem pun dia ngerengek tak jelas." jelasnya kemudian.
"Abang minta teh manis, Dek." pinta Adi pada Adinda.
"Hmm, siapa aku harus manggil?" Canda membawakan sesuatu untuk Zuhdi.
"Namanya ajalah." jawab Givan, ia tengah berkutat dengan sebotol susu untuk anaknya.
"Oh, ini Zuhdi." Canda begitu kaku menyebut Zuhdi dengan namanya saja.
"Ada roti tawar. Ini, Pah. Ada yang ada rasanya juga. Papah biasanya suka yang gandum ini." Canda memberikan tiga kemasan roti tawar.
"Dari mana?" Adinda tak merasa membeli itu.
"Kak Kin, lepas maghrib datang buat anterin roti aja. Beli banyak katanya, lagi promo di minimarket." jelas Canda kemudian.
Adi dan Zuhdi langsung melahap roti tawar tersebut.
"Pah, besok aku minta kerjaan. Lagi sepi proyek." ucap Zuhdi, setelah menelan rotinya.
"Apa ya?" Adi mengingat kerjaan yang pantas untuk Zuhdi, dengan upah yang setimpal.
"Hmmm... Kau kan mau tidur dulu nih?" Zuhdi langs…
Belenggu Delapan Saudara
BDS261. Peredam suara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 283 Episodes
Comments
wie-j@
dari ghifar kecil selalu seneng ama karakter ghifar...di tambah kalo dapt kin ,kayaknya heboh banget ntar rumah tangganya
2021-11-09
2
Ahmad fadli Pratama
makin hati kk. klau punya pasangan yg cemburuan. apa2 selalu salah. mn byk aturan ya lg. kk kpn cerita canda ya loncing nih kk. udah tak sabar
2021-11-09
2
Mas Doel Pucang
gampang far ngeredam marahnya cewek tu,tinggal disayang²,ksh kata² Manis pasti luluh...kkkkk
2021-11-09
1