Itu adalah sayap yang sama seperti milik Aksara. Sayap yang berbentuk tulang belulang. Walau hanya sedikit yang terlihat, Laras tidak mungkin salah mengenalinya karena sering melihat sosok Aksara dengan sayap seperti itu. Bayangan gelap melintas dalam pandangannya, dan Laras hanya bisa terdiam kaku.
"Apa kau bodoh?!" geram sosok sang penjaga menatap kedalam mata Laras. "Apa kau benar-benar ingin berakhir ditempat seperti ini?!"
Kedua mata itu saling menatap tapi berbeda dengan tatapan Laras yang kosong. Ingatannya seakan tidak ada pada tubuhnya. Hanya sedetik setelah sang penjaga berusaha berdiri dari jatuhnya bersama sosok Laras, dia menyadari mereka sudah tidak lagi berada ditempat sebelumnya. Mereka kini dikelilingi kabut hitam yang berangsur-angsur menghilang. Menunjukan tempat sejati dimana kini mereka berdiri. Itu adalah sebuah jalanan setapak batu bata merah. Diujung jalan terdapat sebuah pintu yang dikenali oleh sosok sang penjaga. Itu adalah gua batu, satu-satunya jalan yang menyambungkan tempat pengantaran ini pada lembah abu-abu. Yang artinya juga, siapapun yang menemui jalanan ini, dia merupakan bagian dari lembah abu-abu. Entah dia akan masuk sebagai dia yang putih, hitam ataupun abu-abu.
"Kenapa harus lembah itu?" gumam Aksara yang tidak menyangka bahwa dirinya akan mengantar jiwa seorang ketempat yang begitu menyesakkan.
Sang penjaga berbalik dan bertukar pandang dengan Aksara yang dibuat semakin kaget. Kedua mahkluk itu saling bertatap tidak percaya. Bukan hanya karena situasi yang sebelumnya mereka alami, namun juga dengan keadaan yang tiba-tiba harus mereka hadapi bersama. Dimana lonceng perak yang selalu dibawa Laras bersuara dengan bisingnya. Seakan menjadi pembangkit bagi bunga lily lembah disekitar mereka untuk mengeluarkan suara gemerincing yang memekakkan telinga.
"Apa-apaan ini!" Aksara segera menarik diri dari tempatnya berdiri dengan menuntun jiwa yang bersamanya untuk ikut bersembunyi dibawah akar pohon didekat mereka.
Berbeda dengan Aksa…
Abu-Abu
Kemarahan Lembah Kelam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments