"Sang Hakim tertinggi lembah kematian?" tanya Aksara.
"Benar." jawab Arashi yang langsung merubah dirinya menjadi Eren di hadapan Aksara. Sosok Eren sebagaimana Aksara mempertanyakan nama itu dihadapannya.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya? Bukankah ingatanmu tentang kutukan itu sudah kembali?"
"Ada beberapa hal yang terlewat." jawab Eren.
"Apa maksudmu pertarungan mu dengan sosok itu."
"Aku ingat aku telah melumpuhkannya, tetapi harusnya tidak sesederhana itu."
"Aku hanya ingat telah menemukanmu terdampar di tepi sungai dengan sayap patah dan kau telah kehilangan semua kesadaranmu."
"Berapa lama waktu yang terlewat sejak pertarungan ku waktu itu?"
"Sekitar dua bulan." jawab Aksara. "Selama dua bulan itu, sosokmu menghilang entah kemana. Hawa keberadaan mu pun seperti tidak tersentuh sama sekali." jawab Aksara. "Selama aku tidak menerima kabarmu, aku mengatakan bahwa sosokmu telah mengalami kebangkitan dan harus menyendiri setelah mengalahkan sosok itu."
"Dua bulan?" gumam Eren. "Sosok itu pasti harusnya tahu..."
"Siapa?"
"Siapa lagi?"
Eren lalu merubah sosoknya menjadi sang penjaga tertinggi lembah kematian. Sosok bertangan tua keriput dengan wajah yang ditutupi oleh tudung dari jubah abu-abunya yang compang camping terbakar api.
Mencoba menyelami ingatan dirinya sebagai sosok sang penjaga tertinggi lembah kematian, Eren hanya terus berjalan di sebuah lorong gelap tanpa ujung. Tidak nampak secuil cahaya pun. Hanya sebuah kegelapan yang tidak berarti, namun memberi hawa kerinduan yang sangat amat dalam.
"Siapa?" tanya sosok Eren pada hembusan angin yang menerpanya.
Suara tawa riang anak-anak terdengar dari kegelapan yang gelap itu. Memberikan rasa tidak asing yang terus menjalar pada sekujur tubuh pemuda itu. Tepat begitu tangannya merasa tengah meraih sesuatu yang berhembus dihadapannya, sosok Eren tersadarkan dengan menatap wajah panik Aksara setelah mengguncang kuat tubuh pemuda itu.
"Apa kau sudah gila!" sentak Aksara.
"Gila?" ulang Eren.
"Kau ingat terakhir kali m…
Abu-Abu
Kutukan Batu Senja : Kisah dan satu kutukan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments