"Dimana Laras?!"
Setelah cengkraman tangan itu semakin kuat dan menyakiti, mata biru keemasan itu berkilat sekali lagi. Kilatan yang menghitamkan kembali bola mata dari pemiliknya. Menenggelamkan mata biru keemasan dari tubuh gadis dihadapan Eren.
Laras kini terpaku dengan menatap satu persatu dari mereka bertiga. Namun tatapan itu hanya berlangsung beberapa saat. Laras tiba-tiba berbalik dari hadapan ketiganya dan merebahkan dirinya pada tempat tidur itu.
Zara dan Aksara langsung bertukar pandang dengan perubahan respon dan sikap Laras. Berbeda dengan pemuda dihadapan mereka, dia terpaku dengan tangan yang masih
"Apakah dia sudah kembali seperti yang dikatakannya?" Zara bertanya dengan wajah yang sedikit kesal.
"Sepertinya begitu...." jawab Aksara dibelakang sosok Eren.
"Lalu bagaimana?" Aksara bertanya dengan santainya.
"Bagaimana apanya?"
"Bunga es abadi seribu tahun..." gerutu Eren yang entah ditujukan untuk merespon pertanyaan siapa. Tangannya mengepal kuat. Bayangan akan sosok bunga itu melintas di benak Eren. Bunga yang dipenuhi hawa dingin yang mematikan. Warna ditengah kegelapan terpancar dari bunga yang dimaksudkan itu. Bunga yang berada dititik tergelap dan titik tercuram dari lembah tergelap yang pernah dia lalui.
"Bunga itu seperti apa?" Aksara mendekati sosok Eren yang nampak termenung dalam pikirannya. "Apa kau mengetahui sesuatu tentang itu?"
"Permintaan yang langsung membunuh setiap jiwa yang menginginkannya!" desis Eren dengan senyuman sinis nya. "Untuk itukah dia meminta ku mencari bunga es itu?"
"Dia tidak meminta khusus hanya padamu," Zara menepuk pundak Eren yang termenung dan bergumam untuk dirinya sendiri. Sebuah gumaman yang terdengar jelas oleh kedua mahkluk lain disampingnya.
"Bukankah dia mengatakannya dihadapan kita bertiga?"
Aksara memperhatikan Eren dengan seksama. Semakin melihat ekspresi dengan tatapan mata berkilat kemerahan dimata Eren, membuat Aksara meyakini, ada makna lain dari permintaan sebuah jiwa lain dalam tubuh Laras terse…
Abu-Abu
Seribu Kisah : Paralel Lembah Kesengsaraan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments