"Ada hal penting meminta kami datang dengan mengguncang seisi lembah seperti ini?!" Aksara dan Zara datang dengan wajah jengkelnya. Disambut oleh sikap santai Eren yang berdiri ditengah-tengah jalanan setapak batu bata merah di ujung lembah.
"Aku butuh buku tua bersampul hitam yang kalian pegang?" jawab Laras yang keluar dari balik punggung Eren.
Zara dan Aksara saling menoleh sejenak. Lalu bersiap untuk menunjukan kemarahannya pada Laras.
"Mau apa?" sergah Zara bertambah jengkel dengan senyum yang ditampakkan Laras padanya.
"Untuk menemukan danau pelangi." Laras menjawab dengan hati-hati.
"Danau itu sudah tidak diketahui lagi keberadaanya!" sergah Zara lagi.
"Bukannya begitu...!" jawab Laras. Ingin menyambungkan kalimatnya, Laras memilih diam melihat ekspresi Zara yang seakan tidak suka dengan jawaban yang dikeluarkannya.
Zara menelisik setiap ekspresi yang Laras tunjukan. Mengitari gadis itu dengan seksama lalu menatap kedua pria dengan tatapan penuh tanya. Kedua pria hanya menggidikkan bahunya lalu bertukar pandang.
"Berapa banyak yang aku lewatkan?" Aksara mulai mengeluarkan rasa penasarannya.
"Lumayan!"
"Kau tahu berapa banyak?"
"Sedikit lebih banyak dari pada diri mu!"
"Kenapa hanya aku?" protes Aksara. "Zara?"
Eren tidak menjawab, tetapi mengarahkan tatapannya pada kedua sosok lain dihadapannya. Aksara menyimak.
"Jangan katakan ini perbuatan mu?"
"Lebih tepatnya, bayanganku?" Laras tersenyum kaku dan tatapan Zara yang mendelik semakin membuat Laras menciut. "Bisa berikan bukunya pada ku?"
Aksara tertegun.
"Sebelumnya, jiwa-jiwa yang dijemput oleh Zara berasal jiwa dari danau pelangi. Begitu kekacauan terjadi, tahu-tahu dia mengantar jiwa dilembah yang sama dengan mu..." jelas Eren pada kediaman Aksara.
"Kekacauan yang begitu besar!" Aksara melihat keempat mahkluk disekitarnya. Mereka semua memiliki keterikatan yang memang tidak bisa Aksara temukan benang merahnya. Sebuah keterikatan dari perubahan takdir hidup banyak manusia yang tenggelam ke dalam permainan…
Abu-Abu
Seribu Kisah: Pembebasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments