Sepasang jiwa tengah berjalan dengan menikmati keindahan jalanan setapak batu bata merah. Salah satunya adalah seorang perempuan tua dengan rambut putih di sempol rapi pada bagian belakangnya.
Tubuh tua itu cukup mungil dan membungkuk, tetapi tidak mengurangi wibawa yang ada pada perempuan tersebut. Kacamata yang menggantung diujung hidung dan matanya yang jeli menatap setiap sudut jalanan, membuat dia tersenyum dengan senangnya.
"Pernahkah kamu jatuh cinta?" tanya perempuan tua pada sosok disampingnya.
Dia yang sedari tadi hanya terdiam, kini mengalihkan perhatiannya pada sosok perempuan tua yang mengenakan baju kaos berkerah putih dengan sweater rajutan hijau toska melekat dibagian luarnya.
"Anda bertanya sesuatu?" tanya Aksara yang sedikit kehilangan fokusnya.
Tatapan Aksara di balas lembut oleh perempuan tua itu. Dia tersenyum dengan mata yang sedikit terpejam. Kerut wajahnya nampak banyak tetapi tidak mengurangi kecantikan alami yang dimiliki perempuan tua itu.
"Apa kamu sedang jatuh cinta?" tawa kecilnya mengiringi langkahnya yang mungil.
"Kenapa saya harus jatuh cinta?"
"Jatuh cinta itu baik..." jawab sang perempuan tua.
"Begitu kah?"
"Apa kamu pernah begitu tertarik pada lawan jenis mu?"
"Saya tidak pernah memikirkannya." jawab sosok disebelahnya.
"Tidak adakah seorang yang membuatmu selalu tertawa hanya karena melihatnya?"
"Kenapa memangnya kalau saya dibuat tertawa?" sosok itu masih menanggapi santai.
Langkah demi langkah kecil sang perempuan tua diikutinya dengan penuh perhatian dan kesabaran yang tinggi. Membiarkan sang perempuan tua menikmati keindahan jalanan setapak batu bata merah yang sedang berada pada titik keindahannya.
"Tidak semua orang yang kita temui mampu memberikan kita tawa. Dan tidak semua yang kita temui mampu memberikan kita kesan dan rasa penasaran..."
Sang perempuan tua menghentikan langkahnya. Memperkuat pegangan pada tongkatnya lalu menghadap ke langit dengan gerakan yang sedikit dipaksakan.
Sementara, sosok disebelahnya terbayang…
Abu-Abu
Seribu Kisah: Menjadi hari yang tak biasa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments
Ira Resdiana
eren dan laras mungkin ya...wkwkwkkwekek masa iya eren mo pelukan sama aksara /Tongue/
2024-10-11
0