"Mereka!!!!" seru Laras dan Aksara di saat yang bersamaan. Jiwa-jiwa yang mirip dengan jiwa kelam pada lembah abu-abu menyembur keluar dari dalam tubuh Laras. Tubuh itu langsung terguncang dan menyisakan sakit pada setiap bagian tubuh Laras ketika satu persatu jiwa itu berhasil keluar dengan sepenuhnya.
Aksara yang menyaksikan itu awalnya hanya terdiam dengan pemandangan yang tiba-tiba tersaji dihadapannya. Ada hawa gelap yang menyapu dan menutupi seluruh bagian tempatnya berdiri. Jarak pandangnya menjadi terbata saat dimana jiwa anak-anak bermata kelam itu melayang dihadapannya tanpa sedikitpun jiwa murni yang tersisa.
Beberapa gelembung jiwa itu tiba-tiba menampakan senyum dengan serempak ke arah Aksara. Hanya dalam hitungan detik, Aksara sudah terpental ke belakangnya dengan cukup kuat. Serangan itu melesat kearah Aksara yang lengah dan sempat terpaku dengan 24 jiwa anak-anak yang keluar dari dalam tubuh gadis yang kini berjarak sedikit jauh dari jangkauannya.
"Sial!" Aksara mengusap bagian pipinya yang terkena serangan mendadak yang di tujukan untuknya itu. Aksara kini menatap waspada pada sekumpulan jiwa anak-anak itu.
Jiwa anak-anak bermata kelam itu kembali membentuk sebuah bayangan hitam pekat dengan tawa riang yang terdengar sangat ceria. Namun, setiap kali akan melakukan serangan, jiwa-jiwa itu akan tertawa dengan senang lalu membentuk pola baru yang tidak menentu dalam menyerang.
Mereka tidak menyerang satu per satu. Mereka menyerang bersamaan tanpa memberi jeda pada Aksara yang terus saja di pukul mundur dari posisi awalnya.
Serangan lain yang dilakukan hampir oleh setengah dari jumlah semua bayang hitam jiwa anak-anak itu membuat Aksara terpental jauh kebelakang nya. Menembus dimensi yang langsung menyeruak dan menyatu menjadi satu dengan jalanan setapak batu bata merah yang dipijak olehnya.
Sementara dibagian lain jalanan setapak batu bata merah ini, Laras merintih menahan kesakitan pada setiap ruas tulang tubuhnya. Kesakitan yang membawa Laras pada…
Abu-Abu
Takdir jiwa yang terlarang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments