“Laras?” ulangnya sosok Amarilys. “Apa itu nama seseorang yang kamu kenal?”
Eren mengangguk. Lalu menggeleng sambil tertawa kaku.
“Lebih tepatnya, aku ingin mengenalmu dengan nama itu.”
“??”
"Apakah boleh?"
Amarilys mengangguk setuju dan Eren tersenyum senang dengan hal itu.
Hari berganti hari, kedekatan Eren pada Amarilys/ gadis yang dia panggil dengan nama Laras, menjadi perbincangan sebagian besar warga. Tidak banyak yang mengatakan kalau cara Eren memperlakukan Laras sangat baik dan sopan. Hal itu memancing emosi dan rasa cemburu dari Rui. Sosok gadis yang selama ini selalu bersama Laras sejak kedatangan mereka berdua ke desa itu sebagai sosok yang tersesat dan diterima dengan baik oleh warga desa itu.
“Hei!” panggil Rui pada Laras di tengah jalan kembali menuju desa. Keduanya membawa sekeranjang bunga yang siap mereka gunakan untuk menghias bagian tengah desa untuk perayaan festival bunga yang selalu diadakan setelah musim panen buah di desa itu.
“Ya? Kenapa Rui?”
Dengan langkah pelan dan ragu-ragu, Rui mendekati Laras.
“Hmm… Apa kau menyukai Eren?” Hanya ada mereka berdua di jalanan itu. Karenanya, Rui bertanya langsung tanpa basa-basi pada Laras.
Laras mengangguk.
“Oh.” Tanggap Rui. “Jadi kau juga menyukainya…”
“Apa maksud perkataanmu ini?”
“Aku juga menyukainya.” Ujar Rui.
Laras mengangguk lagi. Suka dalam benak Laras kala itu adalah suka sama seperti dirinya suka berada dekat dengan Rui. Tapi Rui menanggapi hal itu berbeda.
“Kalau begitu, aku duluan yah.” Rui mendahului langkah Laras.
Melewati jalanan itu dengan jarak yang semakin lama semakin jauh. Laras menikmati perjalanannya, menikmati setiap jalanan setapak yang ia lewati. Menikmati semilir angin yang berhembus membawa semerbak wangi bunga lily lembah yang tumbuh disepanjang jalan itu. Suara gesekan dahan-dahan pepohonan dan suara kicau burung yang saling bersahutan dengan suara kumbang dan suara-suara lainnya. Langkahnya yang begitu ringan, membuat Eren yang sudah menunggunya di perbatasan desa, jadi…
Abu-Abu
Kutukan Cincin Batu Senja : Sang Jiwa Sejati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments