"Assalamu'alaikum.. buk, ami pulang " volume suara agak kunaikkan beberapa oktaf, karena tidak mendapati wanita paruh baya yang saban hari kupanggil ibu itu berada di ruang tengah.
"Wa'alaikumsalam.. ibuk di dapur am, sini!"
Ibu berteriak dari arah dapur, aku lekas menghampirinya. Sebelum masuk dapur aku menajamkan pendengaran, penghuni rumah ini kan cuman aku dan ibuk. Tapi kok?.
Aku disini dan ibuk disana....
Kita memandang langit yang sama...
Helleh.. kok jadi nyanyi sih..
Aku mempercepat langkah, mulai penasaran dengan suara gelak tawa dua insan di dapur istana kami.
Aku mamatung sempurna di ambang pintu. Boleh tidak?, jika pemandangan super manis yang ada di depan mataku ini jadi masa depan?. Seorang cucu adam yang tak canggung bertegur sapa dengan alat-alat dapur. Dia dengan luwesnya membantu ibu memasak, mengalahkan aku si penyandang wanita jadi-jadian. Ibuk pernah bilang padaku, predikat itu tak akan luntur dariku, kalau aku belum bisa membedakan antara lengkuas dan jahe. Novy bilang, aku keterlaluan. Mana ada orang yag kesulitan membedaka lengkuas dengan jahe, dari aromanya saja sudah sangat beda. Tapi itulah yang terjadi padaku. Di umur dua puluh tujuh tahun ini. Ameena teesya, belum bisa membedakannya. Dan itu berarti, predikat wanita jadi-jadian akan lebih lama aku sandang. Tak kurasa seuntai senyuman terukir di bibirku. Duh manisya, replika masa depan yang terpampang nyata di depan mata.
Ctak!!
Awww.. aku menggosok pelan kening yang sedikit ngilu karena jitakan seseorang.
" Kawin yuk.. biar nggak halu doang manisnya." Alam sudah berdiri gagah didepanku, dan tersenyum dengan wajah tak berdosa setelah menjitakku.
"Minggir.. aku mau peluk!" cetusku sewot.
"Wooo big No sayang.. kita belum halal"
Dia berkata dengan wajah serius dan menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.. persis seperti bapak yang melarang anaknya jajan gula-gula.
"Apaan sih, pede banget jadi orang!"
Aku mendorongnya kesisi kanan dan melewatinya begitu saja, lalu mendekati ibu y…
Masih Menunggumu
si jelangkung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments