Dani, bocah masalalu.

"Dani ya Allah... Kamu ganteng banget, sih,"

Aku gemas bukan main saat melihat penampilan Dani sekarang. Dia memakai hem panjang warna navy dengan peci hitam dan sarung hitam, kulitnya bersih, wajahnya berseri. Sungguh berbeda dengan terakhir kali aku melihatnya. Si bocah SMP yang selalu terlihat kumal sepulang sekolah, karena harus berjalan begitu jauh sambil menjajakkan tissue untuk menambal kebutuhan hariannya. Di rumah kost kecil dalam gang, dia tinggal bersama neneknya, sebutlah dia wak ijah. Mereka bukan asli orang jakarta. Mereka datang dari malang dengan tujuan agar lebih dekat dengan anak wak ijah atau ibu si Dani.

Sore itu, kucing liar yang biasa kuberi makan di depan pagar rumah, terciduk mengambil ikan mujaer goreng favoritku tanpa izin. Dia berlari ke sebuah gang kecil dengan mulut yang menjepit ikan mujaer gorengku yang tinggal separuh. Aku mengejarnya bukan karena ingin mengambil sisa makanan favoritku di mulut si mpus, melainkan ingin memberi pelajaran pada si kucing liar ini agar tidak berani mencuri lagi.

Alih-alih menemukan si kucing liar, aku justru tak sengaja melihat kerumunan ibu-ibu yang menjepit hidungnya sambil mengumpat dan mengomel.

"Gitu tuh, kalo punya anak kerjaannya nggak bener, mana bisa ngerawat ibunya yang penyakitan. Bisanya cuma ngelayanin hidung belang."

"Ya iya, lah. Lha ibu penyakitan gitu mana ada duitnya. Beda, lah, sama hidung belang. Duitnya segepok, melek sampek pagi-pun dia jabanin" lontaran menyakitkan itu terdengar bersautan. Usiaku yang baru menginjak angka tujuh belas ini, sama sekali tak mengerti arah pembicaraan mereka. Aku yang tidak terbiasa menyapa kerumunan memilih bersembunyi di balik tong besar berisi sampah.

Aku baru akan melangkah keluar dari tempat persembunyianku, setelah kupastikan gerombolan ibu-ibu itu pergi.

Aku menghela nafas panjang. Selama berjongkok di balik tong sampah, aku meminimalisir pengambilan udara untuk stok nyawa pada paru-paruku. Ini semua gara-gara kucing liar yang sudah di beri hati…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!