Aku di buat gedek oleh kelakuan Alam pagi ini, di tambah tamu bulanan yang baru datang tadi malam. Sudah bisa di pastikan, dua puluh empat jam terburuk dalam hidupku akan di mulai saat aku duduk di jok belakang mobil Alam pagi ini. Tanpa harus repot membuat rencana balas dendam untuk Alam dan bang Amar atas sikap otoriternya pagi ini. Aku yakin, sebentar lagi mereka akan kelimpungan mengahadapi sikap randomku di hari pertama menstruasi.
Aku, si gadis yang minim ekspresi dan terbiasa bersikap realistis. Akan berubah tiga ratus enam puluh derajat saat tamu bulananku datang, moodku akan berubah-ubah tak terkendali nyaris setiap menitnya. Gila bukan, tapi inilah yang terjadi. Biasanya, ibuk akan menghilang dua puluh empat jam setelah kuberi tahu bahwa aku kedatangan tamu bulanan. Karena jika tidak, ibuk akan melambaikan tangan di menit ke-tujuh lima tanda tak kuasa meladeni sikap bunglonku di hari pertama menstruasi. Dan hal serupa juga di alami oleh Alam hari ini, kupikir dia akan illfeel setelah mengetahui sikap bunglonku. Tapi ternyata, dia justru dengan tulusnya meminta maaf atas upaya yang di anggapnya kurang sempurna untuk mengatasi problema menstruasiku. Dia juga bilang bahwa ini adalah pengalaman pertamanya, aku hampir terlonjak bahagia mendengarnya, jika tak ingat malu dengan lelehan air mata yang masih setia menghias pipi. Akhirnya yang kulakukan hanya tersenyum dan mengibarkan bendera putih tanda aku memaafkannya.
"Lo mau pindah, apa mau tetep di belakang bareng si bunglon" bang Amar yang masih bersungut karena kuabaikan dari tadi, berucap tak ramah pada Alam.
"Dia kenapa sih Mas, abis di tampol jin ifrit ya?, Pedes gitu mulutnya."
Bukannya menjawab pertanyaanku, Alam justru tertawa dan tangannya mengambil alih botol yang sudah kosong di tanganku, lalu membuangnya ke tong sampah.
" Jangan gitu ah, sayang. Abang loh tadi, yang belikan obat buat kamu." Alam menjawabku setelah duduk di jok penumpang samping bang Amar.
"Oh ya?. Ami jadi yang keberapa ini?"
"Apany…
Masih Menunggumu
Ameena teesya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments