tiga puluh dua

"Dengan kamu cari tahu tentang aku. Itu sama saja kamu sedang menggali tanah, dimana semakin dalam kamu menggali, Semakin kamu dekat dengan mata air, yang menjanjikan keberlangsungan kehidupan kamu. Itu artinya, semakin kamu mencari tahu, semakin kamu dekat dengan masa depan yang menjanjikan. Kamu siap?"

Alam memasang muka percaya dirinya dan menaik turunkan alisnya berulang kali.

"Dih, pe-de banget sih Mas, awas tuh, volume kepala membesar. kasian pecinya nggak muat!." kataku mengingatkan. Alam justru terkekeh mendengarnya.

"Seneng deh, liat kamu kembali waras gini" ujarnya dengan tawa menggelegar.

"Alam..!!" Aku menggeram kesal mendengar penuturannya. Kentara sekali dia sdang mengejekku. Tadi aja lembut banget. Biar saja ku sebut namanya tanpa embel-embel penghormatan.

Alam menghentikan tawanya seketika. Menggerakkan jari telunjuknya ke-kanan dan ke-kiri. Raut mukanya berganti ke mode serius.

"Ameena, Say No!, to bad attitude. Kamu nggak boleh manggil aku tanpa embel-embel Mas begitu." Tuturnya tegas.

"Biarin!. Mumpung belum ijab kabul, nggak bakalan kuwalat." Jawabku cuek.

"Baik kalau begitu. Saya ngikut peraturan mbak ami aja." Jawabnya enteng, lalu berjalan begitu saja, mengabaikan pelototan mataku.

"Mas Alam. Gitu banget sih, tungguin Ami dong," Dia tak menghiraukan panggilanku. Aku agak kesulitan menyejajarkan langkah lebarnya. Ku jimpit sedikit gaun lebarku, agar tak menyapu jalan. Sekedar info saja, aku memakai gamis lebar yang telah disiapkan Alam tadi pagi. Aku disuruhnya mandi, dan dia menyiapkan segala ***** bengek keperluanku selama di perjalanan. Aku sempat dibuat heran ketika mengecek barang bawaanku yang disiapkannya bersama ibu dan marry tadi. Tidak, tidak. Lebih tepatnya, Alam sendiri yang menyiapkan keperluanku, tak ada satupun keperluanku yang tertinggal. Untuk ukuran seorang laki-laki. Dia patut di beri bintang lima untuk hal ini. Sedang ibu dan marry mengepak baju lamaku yang telah di sortir Alam untuk di berikan kepada dhu'afa. Iya, Alam send…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!