Aku mengerjap, mengedarkan pandangan, merasa asing oleh ruang yang aku tempati saat ini. jelas sekali bukan kamarku. Lalu ini dimana?, Apa yang kulakukan hari ini sampai aku berakhir terbaring lemas di ruangan ini.
"Ah,, " aku memijat pelan keningku yang berkedut saat beralih posisi untuk duduk.
"Sayang, udah bangun?" Kulihat Alam tergopoh masuk dengan membawa nampan berisi segelas jahe hangat dan kotak obat.
"Yaa, aku baru ingat ini dimana. Kamu udah pulang mas?" Tanyaku pelan saat dia membantuku menata bantal di punggung agar posisi dudukku lebih nyaman.
"Aku langsung balik pas dapet kabar kamu pingsan tadi." Dia menatapku cemas.
"Mas minta maaf ya sayang," dia berucap pelan dengan tatapan merasa bersalah.
"Mas tega." Ucapku lemah tak bertenaga karena emosi mulai menghampiri.
"Justru aku hargain kamu Am, aku nggak mau kamu terlambat mengetahui kenyataan ini."
"Emang harus gini ya mas caranya?"
Air mataku melesat, tak lagi bisa kubendung, keadaan ini sungguh membingungkan. Inginku mengingkari, tapi serpihan memori sepuluh tahun silam seakan berlomba muncul kepermukaan demi menguatkan kenyataan.
"Maaf, aku nggak tahu kalau kamu bakal se-syok ini " Alam menunduk menyesali perbuatannya.
Tangisku pecah, aku menekuk lutut dan melipat tangan lalu menenggelamkan wajahku disana. Tangisan ini tak bisa kukendalikan, air mataku terus berjatuhan, ingatanku kembali ke scene pahit lima tahun silam.
Waktu itu, dengan semangatnya aku menemui bang Amar yang datang dari jauh demi menemuiku. Aku memilih kafe dekat toko tempatku bekerja untuk pertemuan singkat kami. Kusempatkan merapikan rambut yang berantakan sebelum menemui bang Amar. kulihat dia duduk memainkan ponsel di sofa pojok kafe. Aku mempercepat langkah menghampirinya, memosisikan duduk di hadapannya dengan wajah yang berseri.
"Bang Amar udah lama ?" Aku bertanya masih dalam mode ceria, bagaimana tidak?, Empat tahun lamanya kami tak bertemu. Rinduku beterbangan membentang sayap siap memeluknya. Aku berceloteh ria bercerit…
Masih Menunggumu
kepingan scene pahit masa lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments