Aku melirik jam yang melingakar indah di pergelangan tanganku, jam tangan berhias mutiara asli lombok berwarna abu-abu itu menampilkan pukul sepuluh malam. Aku mengerjap dan sesekali menguap, meregangkan otot sembari mengumpulkan nyawa yang berceceran bak puzzle. Kutegakkan posisi jok mobil yang semula kupakai merebah. Kusapu pandangan ke arah luar mobil, suasana gelap dan sepi membuatku sedikit merinding, kenapa Alam meninggalkan aku sendiri disini.
Aku melihat Alam yang baru keluar dari warung tenda dengan lampu redup yang berada di pinggir jalan. Aku mengamati Alam yang baru masuk mobil dan memberikan tentengan kereseknya padaku.
"Makan dulu ya, aku laper." Aku hanya mengangguk dan mengeluarkan satu kotak sterofoam sedang, lalu membukanya dan mengangsurkannya pada Alam.
"Trimakasih.. loh, mau ngapain?" Tanyanya saat tanganku akan meraih keresek untuk mengambil makanan untukku sendiri.
"Mau ambil makanan" jawabku datar, jujur aku masih sangat mengantuk saat ini. Jadi, aku hanya menanggapi Alam dengan nada datar dan cuek.
"Eh, jangan. ini, kan, pertama kali kita makan bersama. Dan ini adalah nafkah lahir pertamaku untuk kamu. Jadi, biarkan aku mengambil pahala yang tersemat di suapan pertamaku untuk kamu yang sudah sah jadi istriku." Alam berkata sambil menyendok Nasi goreng yang masih mengepul, mendiamkannya menggantung beberapa saat di udara, lalu menyuapkannya padaku. Asli, ini adalah moment manis yang belum pernah kubayangkan. Tapi apalah daya jika tubuh bereaksi menghianati hati. Di balik hatiku yang jumpalitan karena perlakuan Alam. Tubuhku justru bereaksi sebaliknya, senyum pun tak sudi bertandang di bibir ranum yang tak berhias warna bibir karena kantuk yang belum sempurna menyingkir.
"Masih ngantuk ya, Nduk?," Ini kali kedua Alam memanggilku dengan sebutan baru itu.
"Kenapa tiba-tiba manggil aku kayak gitu?" Aku bertanya setelah sukses menelan satu suapan dari Alam.
"Kenapa?, Nggak suka?"
"Suka, tapi mau tau alasannya aja"
"Satu panggilan sayang ini, sp…
Masih Menunggumu
tiga puluh lima
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments