Aku sangat menikmati perjalanan kali ini, sepanjang jalan kami disuguhi oleh indahnya bentangan sawah. Aku paling menyukai pemandangan seperti ini, dimana padi yang baru di tanam, terlihat membentang dengan warna hijau pekat, terlihat seperti kasur empuk yang terbentang luas, seluas mata memandang. Damai sekali melihat beberapa petani menganggukkan kepala dan tersenyum saat mobil kami melaju pelan melewati mereka. Bahkan beberapa orang ada yang menyapa Mas Alam, mungkin dia sudah sering berkunjung kesini, batinku.
Mobil Mas Alam memasuki pelataran gedung yang terlihat seperti rumah susun, halamannya luas dengan berbagai tumbuhan yang tampak sangat terawat.
"Alhamdulillah, kita sampek. Kamu mau istirahat dulu, atau langsung jalan-jalan?, Di belakang gedung ini ada kayak kebun gitu, kayak taman gitu, lah. Banyak gazebo juga disana."
"Hmmm, istirahat dulu aja kali, ya. Nanti abis sholat dzuhur, kita keliling-keliling gimana?"
"Oke, kuantar ke kamar. Tapi, aku nggak bisa nemenin kamu, aku harus urus sesuatu dulu. Nggak apa-apa, ya."
Ku tarik jari telunjuk dan ibu jariku sehingga membentuk simbol "oke" untuk menjawab ucapan Mas Alam. Aku harus beristirahat, sembari memikirkan apa-apa yang harus ku cari atau ku tanyakan pada orang yang mungkin mengenal Bapak.
Mas Alam mengantarku kesebuah bangunan, bukan-bukan, bisa dibilang ini adalah rumah. Bangunan rumah ini mempunyai dua lantai, tapi lebih kecil dari rumah yang ada di semarang, bangunan ini terpisah dari bangunan yang menjulang tinggi seperti rusun itu, ada empat bangunan dengan model sama, dua disisi kanan rusun, dua lagi disisi kiri, dan rumah yang kutempati ini berada disisi kanan paling ujung.
Mas Alam bilang, aku lebih baik tidur di kamar bawah karena kamar atas yang biasa dipakainya itu belum sempat ia bersihkan. Seharusnya dia tak perlu melarangku, karena insting wanita, hal yang dilarang itu seperti menyimpan sesuatu yang berharga. Dan itu justru akan membuatku penasaran. Jadilah, setelah memastikan Mas Alam…
Masih Menunggumu
43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments