Raut muka Alam seketika berubah, dia menghela nafas berat dan menatapku lekat.
Bunda pun mendekat mengambil duduk di ranjang lalu memelukku. Hangat sekali, usapan bunda meruntuhkan segala emosi yang masih bersarang dalam diri. Walau gurauan Alam tadi berhasil memangkas tangis, namun gemuruh dalam dada ini masih setia menggaduhkan emosi. Bunda semakin erat memeluk, seakan ingin menyerap habis luapan emosiku.
"Ami,, sepahit dan sekeras apapun masalalu. ingat, kau tetap bisa berdiri kuat hari ini. Jadikan masalalu sebagai penempa diri. Jadilah peselancar hebat yang tak pernah gentar sebesar apapun ombak yang akan dihadapi."
Aku mengeratkan pelukan, beberapa kali mengangguk tanda paham akan apa yang bunda tuturkan.
Ini moment langka dimana aku yang selalu kesulitan berinteraksi dengan orang baru, justru sebegitu tenang dan nyaman dalam pelukan bunda. Padahal kami hanya bertemu dua kali, pertama dengan ibu, dan kedua kalinya hari ini. Sangat jauh berbeda saat bertemu umi, aku merasakan atmosfer yang tak biasa saat berhadapan dengannya yang memaksaku bersikap waspada.
Bunda mengurai pelukan dan mengusap wajahku penuh kelembutan, merapikan anak rambut yang menyembul keluar menyempurnakan tampilanku yang mirip orang frustasi.
Bunda keluar bersama ayah, menyisakan aku, mas Alam dan bang Amar di kamar ini.
Beberapa saat tak ada satu katapun yang keluar dari mulut kami. Diam masih menjadi pilihan demi menata carut marutnya perasaan.
"Bisa mas tinggalkan kami disini?" Ucapku lembut memangkas keheningan diantara kami.
Alam menatapku lekat, sorot matanya menampilkan kekhawatiran yang amat sangat. Dia pasti takut aku pingsan lagi.
"Boleh, tapi habisin dulu jahe angetnya. Terus ambil wudlu, lenyapkan dulu emosi kamu sebelum bicara." Alam berbicara lembut namun menyiratkan ketegasan. Aku hanya bisa mengangguk dan menerima uluran gelas jahe hangat dari tangan Alam.
Baru kali ini aku melihat sisi lain Alam yang tenang namun menyiratkan ketegasan. Bukan Alam yang slengekan dengan cengi…
Masih Menunggumu
menyingkap rahasia masa lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments