"Nona Prettive." panggil salah seorang pelayan, berjalan menghampirinya. Prettive menoleh, "Bagaimana keadaannya?" tanyanya lembut, pelayan tersebut tertegun, wajahnya menunjukkan raut sedih dan takut disaat yang sama, "Dia sudah tidak tertolong lagi. Saat kami membaringkannya, itu adalah napas terakhirnya." jawab pelayan itu membungkuk dalam, turut berduka karena salah satu pelayan meninggal. Tangan kanan gadis itu mengepal erat di atas meja, Lagi-lagi ada korban tak bersalah. Sebenarnya apa maksud dari ini semua?! Apakah Ayah ingin Vlo Enh hancur?!? Apa yang sedang direncanakannya di Aula Hitam? Mengapa disaat seperti ini tidak ada yang datang membantu?!--batinnya suram. Lalu melirik ke gulungan surat biasa di tangan kirinya, tangan kanannya menarik pita hijau yang mengikat di bagian tengah gulungan. Kemudian membaca isi surat.
Pelayan lain selesai mengurus jenazah pelayan yang mereka tolong, menghampiri mereka, dan bertanya, "Nona, mungkinkah Tuan Besar sudah dikendalikan oleh Sihir Hitam?" pelayan satunya panik, mengingatkan, "He-hei, tidak mungkin Tuan Besar dikendalikan oleh hal yang tabu seperti itu. Pasti ada penyebab lain mengapa sebulan terakhir ini, kediaman Duke Vlo EnH diincar oleh aura hitam itu," sahutnya berusaha menenangkan temannya, meskipun dirinya juga panik.
"Ya. Kau benar. Sebulan terakhir ini, aura hitam sering kali mengganggu orang-orang yang tinggal di kediaman. Aku sendiri tidak tahu penyebabnya. Dan, jawabannya ada di pertandingan besok," jelas Prettive memangku sepucuk surat di genggamannya.
Perlahan cahaya senja, menerpa wajah cantik Prettive, manik venomnya menatap tajam ke langit senja. "Aku tidak akan biarkan kediaman Vlo EnH jatuh begitu saja dalam genggaman siapapun."
Kedua pelayan saling memandang, kemudian memberi hormat dengan sedikit membungkuk tangan kiri menempel di dada kanan, "Kami siap menjalankan perintah."
Selama kediaman Vlo EnH bisa diselamatkan, semua yang ada disini tidak terluka dan hilang tanpa sebab lagi.
Di Istana…
The Eagle White
38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments