Di Aula Ibukota, seorang pria elegan berpakaian bangsawan Eropa duduk di bangku dekat air mancur Aula Ibukota tengah memberi makan burung merpati liar. Tangan kurus cantiknya menebar remahan roti ke depan, “Kenapa kalian begitu santai disaat begini?” gumamnya melihat merpati-merpati liar yang datang satu per satu ikut memakan remahan roti yang tersebar dengan manik ungu lilacnya. Tangan kirinya diangkat tinggi ke udara.
Tidak lama sesuatu bergerak cepat ke arah pria tersebut, dan berhasil menangkap seorang gadis berjubah putih yang sebelumnya dilempar oleh Firranth. “Hoho, rupanya bocah surat sudah kembali dari pekerjaan mengantar suratnya.” Ucapnya melirik gadis itu dingin, dia tercekat begitu pria tersebut yang menangkapnya, “Kakhk!! Uhk!” raungnya tertahan saat tangan kurus cantik itu membantingnya ke tanah sangat keras. Sehingga menimbulkan suara debuman yang terdengar menggema di sekitarnya.
Burung-burung merpati seketika pergi menyebar menjauhi Aula Ibukota, orang-orang yang berlalu lalang terkejut melihat itu. Terlebih beberapa prajurit kerajaan, pendatang baru, serta pengembara yang lewat teralihkan, oleh suara tersebut.
Di sisi Timur Laut Ibukota Guinvers....
“Suara apa itu tadi?” tanya salah seorang ksatria pada ksatria lainnya. Becrox yang ada diantara mereka hanya diam, karena dirinya diajak secara tiba-tiba, setelah gadis kecil berambut perak pergi.
“Sepertinnya ini ulah salah satu keluarga Duke Vlo EnH.” Jawab salah satu ksatria yang berdiri di sebelah kiri Becrox, ksatria yang sebelumnya menoleh, “Jaga bicaramu, Kawan. Kau mau kepala digantung tanpa tubuh karena mulutmu sendiri?” Tegurnya agak berbisik takut ada mata-mata Duke Vlo EnH mendengar.
Ksatria lain menimpali, “Hei, jangan salahkan dirinya begitu saja. Sebelumnya, yang dikatakannya tadi itu memang benar. Nona Muda Ketiga Prettive sepertinya balas dendam terhadap bocah surat yang baru saja kembali dari perjalanannya.”
…
The Eagle White
7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments