Di Istana Utama Gidlove, pintu menuju ruang singgasana dibuka oleh prajurit.
“Ksatria Muda Becrox Edinhart bersama pembawa pesan kerajaan membawa Minatour Ong He ke hadapan Yang Mulia Ratu Ionles.” Ucap seorang pria yang berdiri di sekitar bawah tangga singgasana lantang.
Dua orang berjubah abu-abu gelap di sebelah kiri dan kanan Ratu Ionles tak bergeming. Menunggu.
Ong He berlutut di depan tangga singgasana, lalu Becrox bersama gadis kecil yang berada di samping kanan Ong He membungkuk memberi hormat. Manik coklat Ratu Ionles menatap gadis itu, yang dibalas dengan cengiran. Tangan kiri Ratu Ionles diangkat ke tangan kursi singgasana, sikunya bertumpu disana, menopang dagu. “Kudengar Tuan Ong He mengamuk sampai merusak gerbang Kerajaan? Apakah itu benar?” tanya Ratu Ionles tegas dalam posisi santai.
Ong He menundukkan kepala dalam-dalam, “Benar Yang Mulia Ratu. Maafkanlah saya. Saya bersalah. Saya akan bertanggung jawab atas semua yang sudah saya perbuat.” Jawabnya sepenuh hati, tanpa kebohongan.
“Yang Mulia Ratu, Minatour ini harus dihukum berat. Selain merusak gerbang Kerajaan, salah satu Ksatria Kerajaan Gidlove, Duke Rouverr Cloudia juga terluka parah karena ulahnya.” Ujar salah seorang berubah abu-abu yang berdiri di sebelah kanan. Menginginkan hukuman berat untuk Ong He.
“Kita tidak bisa asal memberi hukuman berat, karena hanya seorang Duke yang terluka.” Sanggah orang berjubah abu-abu di sebelah kiri dengan pendapatnya yang berbeda. Tidak ingin memperbesar masalah hanya untuk seorang bangsawan terpandang.
Ratu Ionles memejamkan kedua mata, berpikir. Gadis kecil yang melihat dari bawah singgasana, mengulurkan tangan, mengusap pelan tanduk besar Ong He, “Tidak perlu khawatir. Aku akan membantumu.” Tuturnya berbisik pelan ke telinga Ong He. “Apakah membela seorang Duke lebih penting daripada menerima pertanggung jawaban Minatour?” tampik orang berjubah di sebelah kiri, menatapnya kes…
The Eagle White
12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments