Di dimensi tersebut Pete terdiam mendengar ucapan Chang'e. Itu benar-benar tidak masuk di akal, bagaimana bisa Dia begitu membenci tombaknya?
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 84. Alasan Dia begitu emosi....
"Aku juga tidak tahu. Jangan tanyakan kepadaku. Cobalah kau tanyakan kepada dirinya. Aku yakin hasilnya pasti akan lebih akurat."
Pete terdiam.
"Haahhh, aku harap Dia tidak menjawab karena kau lebih memakai tombak daripada pedang untuk melawannya."
"Aku mengadu kekuatan melawannya dengan pedang? Pedang misterius punyaku saja tingkatannya lebih rendah dari selendang hijau teratai bulan miliknya. Menghadapi dirinya sama saja dengan mencari kematian."
"Pada dasar kau hanya tidak mau kalah, tidak perlu beralasan mencari kematian," ujar Chang'e begitu kesal.
"Mengapa aku takut kalah? Bukankah aku memang bermaksud menguji coba tombak kaisar tersebut? Tidak aku duga, kemampuan fisik milikku masih belum cukup menghadapi reaksi yang ditimbulkan dari tekanan tombak tersebut ketika beradu langsung, padahal secara teoritis, tombak kaisar milikku seharusnya mampu bertahan lebih lama lagi."
"Kalau begitu, tingkatkan lagi atribut fisikmu. Bukankah kau telah mengambil begitu besar ginseng air di dimensi itu?"
"Astaga, aku baru kepikiran. Aku juga baru ingat, aku harus membaginya juga!" ucap Pete.
Chang'e mendengus. Pete benar-benar naif, sampai apa yang dirinya dapat secara bersusah payah, pada akhirnya dibagikan begitu saja. "Pada akhirnya, semuanya yang kau punya juga kau bagi. Padahal bahan seperti ini, harganya begitu mahal sekali."
Pete mengernyit. Dirinya tahu apa yang Chang'e pikirkan dan dirinya begitu membenci pemikiran seperti itu. "Mahal apanya? Ketika aku hendak menjualnya, malah dikira bumbu dapur. Kau harus tahu, berbagi itu indah. Jadi hilangkan pemikiran egoismu seperti itu. Jika tidak, nantinya kau tidak akan memiliki kawan."
Chang'e menghela nafas pelan. Dirinya begitu kesal karena Pete memiliki pemikiran yang berseberangan. "Aku harap ke…
Satukan Dunia Kembali
Episode 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 151 Episodes
Comments