Tania melangkah menuju ruangannya. Tanpa menunggu persetujuan, Arka tetap mengikuti langkah Tania.
"Ngapain ke sini?" tanya Tania, karena Arka duduk menyilangkan kaki.
"Menunggumu pulang" sahut Arka.
"Dasar pengangguran" sindir Tania.
"Biarin" sanggah Arka.
Angel yang melihat mereka berdua hanya bisa geleng kepala.
"Non, kupanggilin tuan William. Atau non yang mau ke sana?" tanya Angel.
"Kau panggil aja. Bukannya dia yang ada perlu denganku" ucap Tania.
"Kau akan di sini saja?" pandang tajam Tania ke arah Arka.
"Iya" singkat Arka.
"Dia bukan klienmu kan? Jadi nggak ada rahasia dong mustinya" lanjut Arka.
"Hemmmm" gumam Tania.
"Begini ternyata nungguin tunangan kerja" celetuk Arka membuat Tania semakin melotot ke arahnya.
"Ha...ha...biasa aja kali" Arka terbahak bersamaan dengan tuan William masuk ke ruangan Tania.
"Silahkan duduk tuan" Tania mempersilahkan klien bos nya itu duduk di sofa seberang Arka duduk.
"Bisa bicara berdua?" tanya William seolah terganggu dengan keberadaan Arka.
"Anda bukan klien tunanganku kan? Kalau ada yang penting sampaikan saja. Anggap aja aku patung" seloroh Arka menegaskan kata tunangan.
Seperti ada yang mengancam, tuan William akhirnya duduk.
"Nona Tania, anda pengacara nyonya Marsha kan?" basa basi William.
"Benar" tandas Tania.
"Besok putusan?" lanjut William.
"Aku rasa bukan kapasitas aku untuk menjelaskan ke anda. Anda bukan siapa-siapanya pelaku kan?" tukas Tania.
"Ha...ha...aku memang bukan apa-apanya. Tapi untuk wanita yang tega membunuh anak kandungnya, pantas untuk dihukum berat" tandas William.
"Jadi anda ingin menemuiku karena kasus nyonya Marsha?" telisik Tania.
"Bukannya tadi anda bilang tidak ada hubungan dengan klien yang kubela?" lanjut Tania.
"Memang nggak ada sih, cuma aku mengingatkan aja kalau wanita seperti itu pasti orang jahat" kata William.
"Anda berkata seperti sudah lama mengenalnya saja" tandas Tania.
"Apa dia juga salah satu wanita yang dijebak olehmu tuan? Seperti diriku kemarin malam?" sindir Tania.
"Jangan…
Tulisan Tinta Tania
Pra Putusan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 189 Episodes
Comments
Isabela Devi
mau Maura tikung cowok trus pake sombong lagi
2023-12-09
1
Ina
Muara kliatan otaknya cma sebiji udang ya...anak org kaya tp klakuan kyk anak gembel
2023-04-09
2
Tania
semangat thor...bunga sekebun untukmu. muachh
2022-11-28
3