Keseokan hari, pagi-pagi Tuan David sudah menyambangi kantor Tania.
"Nona, ditunggu tuan David di dalam" beritahu Angel.
"Heemmmmm, oke" Tania bergegas melangkah masuk dengan tas ransel menghiasi punggungya. Nggat tahu kenapa, Tania tak suka memakai tas yang layaknya wanita pakai.
"Pagi tuan David" sapa Tania yang melihat tuan David datang tanpa asistennya.
"Pagi Nona Tania" balasnya dengan muka kusut.
"Maaf menganggu waktu anda" kata David tidak segarang kemarin.
"Aku ke sini benar-benar ingin meminta tolong kepada anda Nona" ucapnya.
"Maaf tuan, tapi aku benar-benar tak bisa" tolak Tania.
"Aku datang sebagai seorang ayah yang ingin membantu putrinya Nona" harap Tuan David.
Wajah kalutnya sangat terlihat jelas di muka tuan David.
"Tapi saya memang tak bisa tuan" Tania masih kekeuh dengan keputusannya.
"Aku tahu, ada campur tangan tuan Arka yang melarang anda untuk mengambil kasus ini. Tapi tolonglah Nona" tuan David sampai duduk bersimpuh di hadapan Tania.
"Maaf tuan, berdirilah" suruh Tania yang telah mundur ke belakang dari posisi semula.
"Saya tak akan berdiri sebelum anda mengabulkan permintaan aku Nona" imbuhnya.
Tania hanya bisa garuk kepala menanggapi ulah tuan David.
"Apa sebenarnya yang anda harapkan tuan?" tanya Tania.
"Putriku bebas" tegasnya.
"Tapi kalau yang terjadi malah sebaliknya. Bagaimana?" kata Tania.
"Kupastikan putriku harus bebas" tandasnya.
"Maka dari itu, aku tidak sanggup menjadi kuasa hukum putrimu tuan" tegas Tania.
"Akan kubayar sesuai permintaan kamu Nona. Tapi tolonglah. Lagian kami sudah menandatangani surat kuasa seperti yang anda minta" ucap tuan David.
"Bukankah harusnya kami lah yang membatalkan kuasa atas dirimu Nona" kilah Tuan David.
"Benar tuan, tapi sekiranya penerima kuasa tak sanggup maka boleh menolaknya. Dan aku tak sanggup jika target anda adalah putri anda harus bebas tanpa melihat kasus secara obyektif" terang Tania.
"Pengacara macam apa kamu Nona. Kasus seperti ini saja kau tak mampu" ujar tuan David kembali ke watak…
Tulisan Tinta Tania
Kepuasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 189 Episodes
Comments
Isabela Devi
kalo ksh harga merakyat ma byk yg mau nongkrong tuh
2023-12-10
1
Tania
setuju, kalau bisa santai kenapa musti repot. betul kata Arka melarang menjadi pembela Davina...He...he...
2023-01-03
2
Bvnda Rengganys
sudah tak kasih vote nya laanjut thour ttp 💪🏼💪🏼💪🏼
2023-01-02
3