Dan ini masih sebatas Arkan, berkas Davina belum kepegang sama sekali.
"Rumit...rumit..." Tania mengeluhkan masalah pasangan itu.
Baru sekelumit info yang dipegang oleh Tania tentang kasus Davina.
Tania mengangguk saat melihat hasil pemeriksaan urine Davina.
"Heemmmm, dia pemakai ternyata" kata Tania bermonolog.
"Heemmmm sepertinya pihak berwajib masih menunggu hasil dari sampling rambut Davina. Tapi itu memerlukan waktu" Tania masih saja berkata-kata sendiri.
"Di sini kok nggak tertuang keterlibatan Davina dalam bisnis Arkan ya? Berarti tuduhan awal tentang keterlibatan Davina dalam bisnis Arkan real tak terbukti" lanjut Tania.
"Heemmmm, untuk kasus Davina ternyata tak susulit yang aku kira" gumam Tania.
Terdengar ketukan pintu dari luar.
"Iya masuk" suruh Tania.
Ternyata mama Rosa yang menggendong Arditya.
"Waktunya minum Mah?" tanya Tania.
"Lihat tuh jam di ponsel kamu, sudah berapa lama kamu di sini?" tukas mama Rosa.
Tania tak membalas ucapan mama, karena pasti akan berujung debat.
"Sini sayangnya mama, haus ya?" tanya Tania meraih Arditya dari gendongan mama.
Tania keluarkan pabrik susu untuk diberikan kepada Arditya. Sambil tetap meneliti berkas di depannya.
"Mama keluar dulu. Mau kuambilkan makan?" mama Rosa menawari.
"Boleh Mah" jawab Tania.
Mama Rosa bergegas keluar meninggalkan Tania yang sedang bercengkerama dengan Arditya dan juga berkas kasus-kasusnya.
Kali ini Tania menghubungi Maura.
"Halo, iya Tania" kata Maura menyapa.
"Besok ikut aku ke lapas di mana Davina berada" ajak Tania.
"Jam berapa?"
"Pagi aja" terang Tania.
"Apa yang perlu kubawa?" tanya Maura di seberang.
"Susu hamil" imbuh Tania.
Maura yang sudah mendengar berita tentang Davina dan mendengar langsung dari cerita Angel mengiyakan saja suruhan Tania barusan.
"Oke, deal. Jam delapan kita ketemu langsung di lokasi saja" terang Tania yang tak ingin Maura bolak balik karena berbeda arah dengannya.
"Siap bosss" tukas Maura.
Tania menatap sang putra yang ternyata juga menatapnya itu.
"Loh, ki…
Tulisan Tinta Tania
Jeratan Pasal (2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 189 Episodes
Comments