Setelah Viona selesai berbicara di dalam hatinya. Rendi yang sibuk memesan pun telah selesai juga.
Hingga saat ini Rendi sedang melangkah kan kaki nya duduk di sebelah Viona.
Saat Rendi telah duduk, ia lalu mengeluarkan suaranya pada Viona.
"Dek"
"Iya bang"
"Abang boleh tanya sesuatu sama kamu."
"Em... mau tanya apa gitu bang."
"Tapi abang bolehkan tanya sesuatu ke adek."
"Hem... iya bang boleh."
"Kenapa kamu setiap kali ketemu sama abang selalu marah - marah."
"Perasaan baru dua kali deh bang aku ketemu abangnya. Ko di bilang setiap kali. Kaya yang aku tuh sering ketemu abang setiap hari aja."
"Hem... iya deh iya maaf." kata Rendi pada Viona.
"Ya udah jawab aja kenapa kamu harus marah - marah." kata Rendi melanjutkan lagi ucapannya pada Viona.
"Jawab jujur atau bohong bang."
"Jujur lah masa kamu mau jawab nya bohong."
"Em... siapa tau gitu bang, abang maunya aku jawab bohong."
"Nggak, saya nggak mau kamu jawab bohong. Lebih baik jujur tapi menyakitkan daripada bohong malah buat saya lupa diri."
"Abang bisa aja bicaranya."
"Eh... iya tadi kalau nggak salah abang bilang aku sering marah - marah ya."
"Em... kalau boleh jujur sih, abang memang nyebelin. Apalagi waktu aku minta maaf dengan tulus ke abang. Abang malah nggak mau maafin aku. Kan nyebelin itu namanya. Dan ntah kenapa ya bang. Ini aku jujur ya aku tuh selalu marah gitu ke abang. Jadi kaya nggak suka gitu liat sikap abang. Itu aja sih bang yang buat aku mungkin marah - marah ke abang."kata Viona menjawab ucapan Rendi dengan cukup panjang.
Rendi kemudian terdiam sejenak, setelah Viona menjawab ucapan nya itu. Lalu tak lama setelah itu ia pun mengeluarkan suaranya lagi.
"Sikap abang yang mana yang buat kamu nggak suka dek."
"Em... semuanya bang."
"Apa? jadi nggak ada yang kamu sukai sama sekali." kata Rendi yang terkejut dengan jawaban spontan dari viona itu.
"Hem" kata Viona sambil mengagukkan kepada nya.
"Sedikit pun itu"
"Iya"
Percakapan itu pun harus terhenti. Karena mereka berdua mendengar ketukan pintu da…
Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Berbuat Macam - Macam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments