"Dari awal aku tak punya siapa-siapa. Jadi, dia juga bukan siapa-siapa, yang harus ku sesali," sahut Mona.
"Tapi, dia pasti akan jadi bulan-bulanan yang lainnya, setelah semua yang sudah dia lakukan padamu. Apa kau tak apa jika dia sampai dibuli habis-habisan nantinya?" tanya Ema.
"Cih… sejak kapan kau peduli pada orang lain? Bukankah hidup mu itu selalu mementingkan diri sendiri… hah…," cibir Mona sambil melirik ke arah rival kerjanya.
"Yah… ku akui, kalau aku memang lebih pinter dari mu," puji Ema pada dirinya sendiri.
Mona hanya melirik sekilas, sambil memutar bola matanya, merasa jengah dengan sikap sok dari Ema.
"Memang bener kok. Lihat, pertama, aku tak pernah baik pada orang, karena orang itu seperti ular. Disayang-sayang malah menggigit. Ujung-ujungnya sakit,"
"Kedua, aku selalu berpikir dengan logika. Kalau menurut ku baik, ya ku dukung. Tapi kalau salah, sekali pun aku suka, akan aku tentang. Contohnya kasus mu dengan si Shasa."
"Jujur, aku senang melihat kau susah, tapi tak seperti itu caranya. Dia bermain kotor, tidak elegan seperti ku," cerocos Ema.
"Terserah kau mau hilang apa, aku tetap tak peduli. Tapi aku akui satu hal, meskipun kau tak pernah suka padaku, tapi aku hargai cara mu bersaing," puji Mona.
"Oh… jelas," sahut Ema dengan sombongnya.
Keduanya pun tersenyum dan tertawa bersama, setelah saling puji yang diselipkan dalam ejekan masing-masing.
Ciri khas komunikasi di antara Ema dan Mona, yang walaupun sering terjadi pertikaian, akan tetapi sebenarnya mereka saling mengagumi satu sama lain.
"Thanks, ya. Kalau kau tak memberitahu Tuan Peterson dan Gerry, pasti aku sudah hancur," ucap Mona.
Ema menoleh dan memiringkan kepalanya menatap lekat wajah Mona. Mona pun membalas menoleh dan menatap lurus ke arah mata rekannya itu.
"Yah, aku hanya kebetulan berada di tempat dan waktu yang tepat," sahut Ema sambil memalingkan wajahnya dan menghadap ke jalanan.
"Iya, pokoknya thanks," ucap Mona lagi.
"Apa hanya thanks saja? Ini tidak gratis ya. Kau harus mem…
DESIRE
Bab 96
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 132 Episodes
Comments