Suara dering dari ponsel, membangunkan pria yang tengah menemani wanitanya tidur di rumah sakit.
"Ehm…," erangan lirih keluar dari mulut pria itu.
Dia mengangkat kepalanya yang sedari tadi ditelungkupkan di samping Mona. Pria itu menoleh ke kanan kiri, dan menangkap benda pipih yang tergeletak di atas sofa ruang rawat itu.
Arthur pun berjalan sambil memegangi kepalanya yang terasa goyang karena kantuk yang masih tersisa.
Dia melihat nama yang tertera di layar. Nampak nama sang asisten di sana. Arthur pun membawa ponselnya itu dan berjalan ke arah luar kamar rawat itu.
"Halo, Will. Ada apa pagi-pagi telepon?" tanya Arthur.
"Maaf, Tuan. Tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan," ucap William.
"Apa? Cepat katakan," seru Arthur.
"Kami berhasil menemukan alat penyadap di apartemen Anda. Bukan hanya satu, tapi lebih dari lima, dan itu ada di setiap sudut ruangan yang Anda tempati itu," ungkap William.
"Apa?!" pekik Arthur.
Pria itu terkejut mendengarkan penuturan sang asisten.
"Apa kau yakin itu alat penyadap?" tanya Arthur memastikan.
"Saya yakin, Tuan," sahut William.
Penyadap? Untuk apa dia memasang banyak penyadap di apartemenku? Ada apa ini? batin Arthur.
"Ehm … Will, kamu coba sisir lagi, jangan sampai ada yang tertinggal satu pun di sana," perintah Arthur.
"Baik, Tuan," sahut William.
Sambungan pun terputus. Arthur nampak masih diam di tempat. Pikirannya terus mencerna informasi yang baru saja ia terima dari sang asisten.
"Apa sebenarnya yang dia cari? Penyadap? Untuk apa?" gumam Arthur.
Dia pun kembali ke dalam ruang rawat dan melihat jika Mona masih tertidur, begitu pun dengan Ema.
"Hah…," Arthur nampak mengusap kasar wajahnya, dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Dia tenggelam dalam pikirannya yang mencoba mencari jawaban dari banyaknya pertanyaan yang terlintas di dalam benaknya.
...🍂🍂🍂🍂🍂...
Dua hari kemudian, Arthur mendapatkan telepon dari William, jika ada sebuah perusahaan yang hendak berinvestasi untuk proyek Eropanya, dan berencana membuka salah satu…
DESIRE
Bab 127
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 132 Episodes
Comments