PRAAAANG!
Ema menoleh dan melihat jika Mona limbung dan berpegangan pada meja makan. Gelas yang sedari tadi ia pegang, kini telah pecah berhamburan ke atas lantai.
Wanita itu pun segera berlari menghampiri rekannya yang terlihat sudah sangat pucat, jelas jika tubuhnya gemetar.
"Mona, kau tak apa?" tanya Ema yang seketika itu merasa cemas melihat sikap Mona yang tak biasa.
"Dia datang! Dia sudah sampai sini! Aku harus bagaimana?" ucap Mona lirih namun masih bisa terdengar oleh Ema.
"Kau kenapa Mona? Apa kau sakit?" tanya Ema lagi sambil memegangi kening Mona.
Tidak panas, tapi dia berkeringat dingin, batin Ema.
"Ayo kita ke sana dulu. Duduk di sana," ucap Ema.
Dia memapah Mona dan membawanya agar duduk di sofa ruang tengah. Setelah itu, dia pergi ke dapur dan mengambilkan lagi minuman untuk wanita yang terlihat ketakutan itu.
"Ini, kau minum dulu biar tenang," ucap Ema.
Mona pun segera meraih gelas yang disodorkan oleh Ema dan meneguknya hingga tanda. Nafasnya terdengar memburu, dengan tatapan mata yang terus berlarian.
Dia kenapa sih? Tidak biasanya dia terlihat takut sekali begini? batin Ema.
"Kau di sini dulu. Aku akan bereskan gelas yang pecah tadi biar tidak kena kakimu," ucap Ema.
Dia pun berdiri dan hendak berjalan ke dapur. Namun, Mona seketika itu meraih tangannya dan menahan agar Ema tidak pergi ke kemana-mana.
"Jangan tinggalkan aku. Aku takut sekali, Em. Please, jangan tinggalkan aku," pinta Mona.
Sepertinya bener-bener ada yang salah deh, batin Ema.
"Aku tidak ke mana-mana kok, Mon. Aku cuma mau ke dapur saja untuk ambil sapu dan serokan sampah, dan membereskan pecahan gelas itu. Kau duduk tenang dulu di sini baik-baik ya," seru Ema yang sebisa mungkin hakaus, namun tetap saja bar-bar.
Mona pun perlahan melepaskan tangannya dari Ema. Dia menaikkan kedua kakinya ke atas sofa, dan memeluk lututnya sendiri.
Ema terus melihat ke arah Mona yang sangat aneh, dan baru kali ini ia melihat sikap rekannya tersebut begitu terintimidasi seperti itu.
Setelah menyeles…
DESIRE
Bab 116
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 132 Episodes
Comments