"Gimana Az, udah ada jawaban dari Nadia?" tanya Syaqila yang mulai cemas, karena ternyata sampai jam perkuliahan sudah berakhir, Nadia masih belum nampak di kelas.
"Belum Sya, aku udah mencoba WA, cuma centang dua, belum di read. Ini aku coba telpon, tapi cuma berdering, ga diangkat-angkat juga." jawab Azkya juga cemas.
"Semoga Nadia baik-baik aja." do'a Syaqilla.
"Aamiin." jawab Azkya.
Jam perkuliahan masih nanti siang lagi, setelah ba'da dzuhur, sehingga mereka berdua keluar kelas, namun saat berada di lobi, mereka bertemu dengan Azzalia dan Renata yang juga baru saja selesai perkuliahan.
"Azkya, Syaqilla. Nadia mana?" tanya Azzalia.
"Itu dia Za, kita udah berusaha hubungi dia, tapi ga ada jawaban. Ga biasanya dia ga masuk tanpa keterangan seperti ini." kata Azkya dengan raut wajah cemas.
"Yaa Allah, ga biasanya kan Nadia kaya gini?" tanya Azzalia heran dan wajah cemas mulai menghiasi wajahnya.
Saat mereka sedang bingung dengan wajah kecemasan, tiba-tiba Seem datang menghampiri Azzalia.
"Sayang." panggil Seem saat sudah sampai di dekat Azzalia dengan wajah pucat pasi.
"Eh, mas, kamu kenapa kok wajah kamu pucet gitu? Kamu sakit?" tanya Azzalia sambil menempelkan telapak tangannya di kening Seem.
"Kita harus ke rumah Opik sekarang." kata Seem sambil memegang lengan Azzalia.
"Lhoh, emang kenapa mas? Soalnya Nadia dari tadi juga ga bisa dihubungi, dia ga masuk hari ini." kata Azzalia.
Seem berusaha menenangkan dirinya, kemudian menyampaikan kabar yang baru saja dia buka saat selesai jam perkuliahan.
"Opik..." kata Seem tersengal.
"Kak Opik kenapa?" tanya keempat gadis itu hampir bersamaan.
Seem menarik napasnya dalam, dan mengeluarkan nya perlahan.
"Opik... telah meninggal." jawab Seem sambil menahan air mata yang akan lolos dari kedua pelupuk matanya.
"Apa?" serentak keempat gadis itu berteriak tak percaya.
"Mas, kamu bohong kan? Ga, ga mungkin mas. Kamu dapet kabar dari siapa?" tanya Azzalia yang syok dengan air mata yang telah berhasil lolos dari kedua matanya.
"Ak…
Bayangan Cinta Pantulan Asa
Menjemput Bidadari
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
Herry Murniasih
Orang baik selalu di tangisi kepergian sepertinya tidak rela, apalagi Opick pria yang selalu santun baik dalam perkataan maupun pergaulan, semoga bidadari surga menemaninya.
2023-07-21
1