Di sebuah perpustakaan sederhana disebuah pesantren, tampak seorang gadis berjilbab lebar sedang merapikan beberapa barang setelah tadi merapikan buku-buku yang baru datang.
"Biar mas aja Nadia." kata Ashar tiba-tiba mengambil alih sebuah kardus berukuran sedang yang awalnya akan diangkat Nadia.
"Eh, ya mas." jawab Nadia sambil mundur satu langkah memberikan ruang kepada Ashar.
Setelah Ashar meletakkan kardus itu di sebuah rak, Ashar kembali berjalan menghampiri Nadia sambil menempuk-nepuk kedua tangan nya yang terkena debu.
"Jazakumullah khoir ya Nad, kamu udah bantuin mas. Wah, ga tau deh kalau ga kamu bantuin, mungkin belum selesai juga tugas mas, sedangkan bentar lagi mas harus ngajar." kata Ashar.
"Iya mas, sama-sama." jawab Nadia singkat sambil menunduk.
"Sebagai gantinya, ayuk mas traktir. Nad pasti udah kangen sama jajanan nya bu Sri kan?" kata Ashar yang mengingatkan Nadia pada masa lalunya bersama Ashar.
"Mas Ashar masih ingat?" tanya Nadia terkejut.
"Tentu. Apapun yang berhubungan dengan Nadia, mas selalu mengingatnya." kata Ashar sambil tersenyum penuh arti kepada Nadia, dimana Nadia masih setia menatap lekat lantai yang dia pijak.
"Ayo." lanjut Ashar mengajak Nadia. Dan Nadia pun mengekor di belakang Ashar.
Jika dulu, Nadia bahkan selalu minta gendong Ashar, ketika Nadia masih kecil, kini mereka telah tumbuh dewasa, bahkan sekedar menatap saja, mereka kini sudah sungkan, karena mereka sudah mengetahui batasan mereka.
Sesampainya di warung bu Sri, Ashar langsung memesankan makanan dan minuman kesukaan Nadia, dan lagi-lagi Nadia tersenyum bahagia, karena ada orang yang masih sangat perhatian terhadapnya.
"Yaa Allah, di sini aku dipertemukan dengan orang yang sangat menganggap ku, dan menyayangiku dengan sepenuh hati, kenapa pula aku harus menangisi orang yang jelas-jelas tidak ada rasa apapun kepadaku? Bodohnya aku." rutuk Nadia dalam hatinya.
"Nadia, makanlah. Kenapa? Apa kamu sudah tidak menyukainya?" tanya Ashar.
"Eh, engga mas, Nad masih sangat menyuk…
Bayangan Cinta Pantulan Asa
Teman Jadi Idaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
Herry Murniasih
Langitkan doa Ashar Nadia pasti menerimamu yakinlah 😁😁
2023-08-02
0