"Nad." panggil Opik suatu malam, saat Nadia sedang fokus belajar.
"Kang? Tumben malem-malem gini nyariin Nad?" tanya Nadia.
"Hem...Aku ganggu ga?" tanya Opik.
"Engga kang, aku cuma baca-baca aja, kenapa kang?" tanya Nadia yang kini duduk menghadap kangmasnya.
"Ehm...Nad. Aku mau nitip ini ya buat temen-temen Mawar Merah." kata Opik sambil memberikan sebuah bungkusan yang dibalut dengan kertas kado.
"Ini apa kang?" tanya Nadia sambil menerima kado itu.
"Sebenernya, aku sudah berjanji kepada Mawar Merah, kalau nanti aku wisuda, aku akan mentraktir mereka. Tapi, qodarullah, disaat aku wisuda, Azzalia mengalami musibah, dimana kakaknya meninggal. Setelah itu, Azzalia menikah, dan... rasanya kurang etis, jika aku mentraktir mawar merah, yang salah satunya sudah bersuami, meskipun suaminya adalah sahabatku sendiri." kata Opik.
"Oh, gitu ya kang?" tanya Nadia.
"Ya, jadi ini sebagai gantinya ya, semoga kalian berkenan dengan hadiah sederhana dariku." kata Opik.
"Kenapa ga kang Opik kasih sendiri aja sih, pas ke kampus gitu?" tawar Nadia.
"Aku ga bisa Nad, rencananya besok aku harus mendampingi Ustadz Syamsul untuk taisiyah, dan aku diminta sebagai moderatornya. Setelah itu, aku harus bantu ummah nyiapin perlengkapan yang akan dibawa untuk acara khitbah besok sore." jawab Opik.
"Khitbah? Siapa yang mau mengkhitbah kang! Kang Opik?" tanya Nadia tak percaya.
"Iya." jawab Opik dengan raut wajah datar.
"Kok, kaya ga seneng gitu sih kang?" tanya Nadia sambil memperhatikan wajah Opik.
"Hatiku kok belum sreg sama dia ya Nad?" tanya Opik.
"Yah kang, namanya juga di jodohin. Saat ini, mungkin kang Opik belum cinta, tapi Nad yakin, rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu kang." kata Nadia menyemangati.
"Bukan itu maksudku." jawab Opik.
"Kenapa kang?"
"Aku kok ga yakin ya, acara besok bisa berjalan lancar?" tanya Opik pesimis.
"Bisa kang, yakin kang, pasti bisa." jawab Nadia memotivasi.
"Hem... Bismillah. Do'akan ya Nad." kata Opik.
"InshaaAllah, pasti, do'a terbaik untukm…
Bayangan Cinta Pantulan Asa
Hadiah Terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
Tata google
cerita ini banyak yg meninggal jadi sedih... apalg kak opik yg pergi.. /Sob/
2024-11-21
1
Herry Murniasih
Ya ...mewek saya bacanya, semoga tenang di sana kang Opick
2023-07-22
1