"Azzalia... maafin aku. Ga seharusnya aku bersikap dingin padamu. Tetapi...kalau ketemu kamu...rasanya hati ini tuh... kaya masih ga bisa menerima takdir Za." kata Nadia seorang diri sambil menatap foto kebersamaan mereka berlima saat berkemah.
"Sesungguhnya, sakit hati ini Za, kalau raga ini jauhin kamu, batinku menolak untuk menjauhi mu Za, tapi egoku terlalu kuat, masih merasa tak terima, kenapa harus kamu yang menikah dengan pria yang kucintai." lanjutnya.
"Memang Aku yang salah, ga seharusnya aku berharap lebih padamu Seem. Aku salah, telah mencintai seseorang yang belum halal, secara berlebihan." sesal Nadia.
"Yaa Allah, ampunilah aku, yang masih belum bisa menjaga mata ini, menjaga hati ini. Maafkan aku Seem." kata Nadia lagi menyalahkan dirinya sendiri.
"Kang...aku kangen sama kamu kang... kenapa disaat aku butuh sandaran, justru kamu pergi kang? Kenapa?" tangis Nadia dengan pilu memeluk foto Opik.
"Kamu adalah kakak terbaik ku, kamu selalu ada buat aku, bahkan aku berani keluar dari zona nyamanku di pesantren, karena kamu kang. Tapi kini? Aku sendiri kang...huhuhu." tangis Nadia masih dengan memeluk bantal dan foto Opik.
Setelah merasa tenang dengan keluh kesahnya malam ini, Nadia mengambil air wudlu dan menjalankan sholat malam. Nadia berdoa banyak bahkan mencurahkan semua isi hatinya pada sang pencipta, hingga akhirnya tertidur diatas sajadah.
💕💕💕
"Alhamdulillah, akhirnya sampe rumah juga." kata Azzalia sambil meregangkan ototnya yang terasa pegal di bagian pinggang.
"Mas, aku masuk duluan ya, gerah banget ini, mau mandi dulu." kata Azzalia.
"Silakan." jawab Seem.
Meski sudah mandi di rumah pak Daud, tetapi acara di rumah pak Daud yang padat tadi membuat tubuh Azzalia terasa lengket lagi, dia benar-benar gadis yang tidak kuat dengan keadaan berkeringat, sehingga semalam apapun dia pulang, tetap harus mandi terlebih dahulu, sebelum akhirnya dia tidur.
"Mas!" teriak Azzalia dari dalam kamar mandi.
"Ya?" jawab Seem sambil memainkan ponselnya di atas kasur.
"…
Bayangan Cinta Pantulan Asa
Benteng Pertahanan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
Herry Murniasih
Akhirnya mereka melawati malam yang penuh berkesan 😁😁
2023-07-26
0