“Cukup!” teriak Saira.
“Jangan pernah mengatakan adik Saira bodoh,” lanjut Saira.
Saira melangkah semakin dekat ke arah ibu Mitha dengan tatapan penuh amarah.
“Beruntunglah Andre tidak sepertimu,”
“kamu jangan ikut campur,”
“Untuk kamu, itu tidak penting bagi saya, tapi Andre, ingat dalam diri Andre juga mengalir darah keluarga Barley,” balas Saira.
“Tolong jangan bertengkar, ini salah Andre,” relai Andre mencoba menenangkan keduanya.
Andre mengambil jaket yang atas di kursi kemudian mencium tangan ibu Mitha dan Saira dan bergegas pergi meninggalkan mereka.
Sambil mengendarai motornya, Andre termenung dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
Pagi itu Sheny yang tengah masuk pagi pun sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.
Jam menunjukkan jam setengah tujuh lewat, namun ia belum berangkat.
Ia yang seharusnya masuk jam tujuh membuat dirinya terburu-buru karena kesiangan.
Ibu Sarita mencoba memasukkan kotak nasi putrinya dengan cukup tergesa-gesa agar putrinya bisa tetap membawa bekal.
“Makasih Bun, Sheny berangkat dulu ya!” pamit seraya mencium tangan ibundanya tanpa sarapan terlebih dahulu.
Entah mungkin karena semalam mereka masih mengobrol terlebih dahulu, sehingga hal itu membuat mereka bangun kesiangan.
Di depan gang Sheny telah bersiap untuk menunggu ojek yang ia pesan, namun ia lupa bahwa Ha Yun telah menyuruh orang untuk mengantar jemput ia ke kampus, namun tugas menjemput malam tepat Ha Yun lakukan.
“Kenapa kalian nungguin saya?”
“Tuan muda Ha Yun menyuruh kita menjemput Non Sheny,”
“Tidak perlu, saya sudah pesan ojek,”
“Tapi Tuan muda akan memarahi kami jika tidak mengantar Non Sheny,” jelas sang sopir juga beberapa bodyguard Pak Haris.
Iya di sana ada dua mobil yang akan mengantarkan Sheny, sehingga hal itu seakan membuat Sheny tidak nyaman. Satu mobil yang Sheny kendarai bersama sopir, satu mobil para bodyguard Pak Haris.
“Mbak Sheny ya!” tanya tukang ojek yang baru saja datang.
…
Sang Dokter Cinta
Bab 80
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments