“Sheny!” ujar ibu Mitha dengan mata melotot saat melihat kalung yang di gunakan Sheny karena saat itu Sheny tengah sibuk memasukkan kembali kalungnya ke dalam bajunya.
Ibu Mitha mengeluarkan kalung Sheny dan melihat kalung itu secara saksama.
“Dari mana kamu mendapatkan kalung ini?” Interogasi ibu Mitha dengan tatapan yang taj*m.
Dengan pelan Sheny melepas pegangan ibu Mitha dan memasukkan kembali kalungnya ke dalam bajunya.
“Ini hadiah ulang tahun dari ibuku,” jelas Sheny.
“Sheny! Apa dia mengganggu kamu?” tanya Saira yang tiba-tiba datang.
“Tidak kok,”
“Ya sudah lebih baik kita balik ke dapur.” Ajak Saira seraya melangkah pergi dari sana.
Sheny yang tak tahu apa-apa hanya mengikuti langkah Saira dengan perasaan bingung. Kebingungannya membuat rasa ingin tahu kian mengganggu konsentrasi saat memasak, sehingga akhirnya ia pun menanyakan soal perempuan yang menyapanya di depan kamar mandi.
“Siapa perempuan tadi?” tanya Sheny akhirnya.
“Dia istri papa aku.” Jawab Saira dengan tetap fokus mengiris wortel.
“Jadi ibu tiri dokter Saira.” Balas Sheny dengan perasaan tak nyaman.
Sheny mengingat pernyataan sopir yang pernah mengantarnya saat ia mengembalikan dokter pak Reza, di situ seakan menjelaskan bagaimana watak dari istri pak Reza yang sekarang.
Di tambah sikap ibu Mitha yang kurang sopan kepadanya semakin membuktikan watak istri ke dua pak Reza itu.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, jam telah menunjukkan pukul setengah sepuluh, tentu Sheny harus segera berangkat kerja karena jam sepuluh iya harus masuk.
“Terima kasih ya sudah mau bantu, kamu bawa ini buat bekal kamu.” Ujar Saira sambil membawakan pastel yang mereka masak tadi beserta nasi kotak.
“Tidak perlu,” tolak Sheny.
“Tidak apa itung-itung sebagai rasa terima kasih aku, lagian karena waktunya mepet, ada juga hidangan yang pesen,” jelas Saira.
“Terima kasih Dok,”
“Kamu jangan panggil Dok atau dokter Saira, panggil Saira saja, atau Eonni juga tidak apa-apa,”
“Eonni!”
“Itu bahasa Korea,”
“Iya! Sheny tahu, t…
Sang Dokter Cinta
Bab 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments