Ha Yun membuang napas kesal seraya turun dari ranjangnya.
“Lebih baik Tuan Muda istirahat, biar saya yang usir dia.” Kata Alvin yang mengikuti langkah Ha Yun.
“Biar saya yang urus sendiri.” Sungut Ha Yun dengan raut wajah yang kesal dengan langkah yang tergesa-gesa.
Mendengar langkah kaki dari arah tangga, Jenny pun langsung menoleh ke arah tangga.
“Kak Ha Yun!” Ujar Jenny antusias.
“Kamu ngapain ke sini?” Tanya Ha Yun.
“Ngajak Kak Ha Yun keluar,” jawab Jenny dengan senyum sumringah.
Ha Yun menghela napas.
“kamu lupa, kita hanya pacaran kontrak, bahkan kamu tidak berhak melakukan apa pun, tanpa seizin aku,”
“Jenny ingat, maka dari Jenny mengajak Kak Ha Yun, siapa tahu, Kak Ha Yun mau,”
“Eh... Kamu...” ucap Alvin tapi Ha Yun langsung mengangkat tangannya, sehingga Alvin tak melanjutkan ucapannya.
Ha Yun pun duduk, sambil menatap Jenny.
“Apa untungnya jika aku mengikuti kemauan kamu,”
Jenny pun bangkit dari duduknya dan membisikkan sesuatu kepada Ha Yun yang membuat mata Ha Yun membulat.
“Apa ucapanmu bisa di percaya?”
“Tentu, lebih baik kita berangkat sekarang, bukannya ini yang di mau Kak Ha Yun?”
Ha Yun terdiam, setelah sejenak memikirkan perkataan Jenny, Ha Yun pun mau keluar dengan Jenny.
“Tapi kondisi Tuan Muda,”
“Aku baik-baik saja,” p0tong Ha Yun.
Jenny tersenyum, ia sangat yakin jika Ha Yun akan mau menerima ajakannya jika menggunakan cara itu.
“Setelah ini, semua orang akan tahu, bahwa Ha Yun seckly Wiranja adalah milik Jenny Defly,” monolog Jenny dalam hatinya.
Sheny kala itu tengah makan bersama dengan Ardi, di mana Ardi yang mengajak Sheny makan bersama sebagai ucapan rasa syukurnya karena ia kini telah bertemu dengan orang tua kandungnya.
“Jadi ayah kandung kamu masih hidup?” tanya Sheny.
“iya! Dia teman ibu Ardi,”
“Lalu ibu kandung kamu?”
Ardi terdiam, ia sebenarnya juga penasaran di mana ibunya, akan tetapi hingga saat ini ayahnya tak pernah mau membicarakan ibunya.…
Sang Dokter Cinta
bab 106
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments