*Selamat membaca*
“Aku rasa kamu paham apa maksud saya,” jawab Saira sambil tersenyum.
“kamu ingin pulang, silakan jika kamu ingin menemui teman-teman kamu dengan keadaan seperti ini,” lanjut Saira.
Pria itu terdiam.
“Keluarga kamu masih belum datang, nanti malam pas mereka kesini saya akan bawa surat perjanjian kepulangan kamu.” Lanjut Saira seraya keluar dari kamar Verrel.
Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu mulai merenungi apa yang di katakan oleh Saira. Seolah apa yang di katakan Saira menjadi tamp*ran untuk dirinya yang kini masih cedera, bahkan kakinya belum benar-benar sembuh.
“Kenapa gue harus mikirin perkataan Dokter itu?” sungutnya pada dirinya sendiri.
**
Jam telah menunjukkan waktu jam pulang Saira. Namun ia memilih untuk tidak pulang dulu karena biasanya orang tua Verrel akan datang setelah mereka pulang kerja. Kedua orang tua Verrel memang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, mungkin itu menjadi salah satu faktor keras kepalanya Verrel yang tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.
“Bisma tiba-tiba ada kerjaan di luar kota, tapi aku laper, mau makan keluar males, mau pulang orang tua Verrel belum Dateng, apa aku pesen makanan di GoFood saja ya?” pikir Saira pada dirinya sendiri.
Ia pun mengambil ponselnya di mejanya dan mulai memesan sate beberapa tus*k dan es teh. Sambil menunggu pesanannya datang, Saira melihat foto-foto dirinya bersama Bisma.
“Dia sangat lucu.” Ucap Saira sambil tersenyum.
Saira tidak menyangka, junior yang selalu mengikutinya dulu ternyata akan menjadi kekasihnya bahkan mampu mengobati lukanya. Seorang pria yang punya pesona bisa memikat banyak wanita, namun sulit meluluhkan hatinya, mau berjuang mendapatkan dirinya.
“Dasar adik junior aneh,” lanjut Saira.
Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit, pesanan Saira pun Sampai. Karena sudah lapar, ia pun langsung meny@ptap satenya, namun baru dua tus*k tiba-tiba seorang perawat pun masuk ke ruangan Saira.
“Dok... Orang tua Verrel sudah datang,”
“Suruh masu…
Sang Dokter Cinta
bab 44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments
anjurna
Ya, ampun. Enek bener ngomongnya/Facepalm/
2024-06-18
0