“Ardi.” Teriak Mr. FM seraya berlari ke arah Ardi yang melindungi Sheny sehingga pel*ru itu pun mengenai putranya sendiri.
“kenapa kamu melakukan ini?”
“Bukankah cinta butuh pengorbanan kata ibu?” Ucapan Ardi mengingatkan dengan apa yang ia katakan beberapa jam lalu.
“kamu?”
“Maafkan Ardi, jadilah ibu yang baik, jangan menyakiti orang lain, dan bertaubatlah.” Ucap Ardi untuk terakhir kalinya.
“Ardi...” Teriak Mr. FM sambil mengguncang-guncang tubuh putranya yang kini tak bernyawa lagi.
Seline polisi pun terdengar, ternyata Ardi sebelum pergi telah mengabari polisi, sehingga Mr. FM kini pun tak bisa lagi pergi ke mana-mana.
Rasa penyesalan ia mungkin ada, karena sebenarnya ia pernah meminta suaminya berhenti dari pekerjaannya, akan tetapi, sebelum suaminya pergi, suaminya memintanya untuk menjadi Mr. FM, sehingga karena rasa cintanya ia tetap menjalani kehidupan kelamnya.
Ha Yun merasa amat lega, karena ia bisa hidup normal, akan tetapi ia juga merasa sedih, karena ayahnya tentu akan berasa di jelusi besi dalam waktu yang amat lama.
“Kak Ha Yun.” Jenny yang baru saja datang bahkan langsung memeluk Ha Yun.
Ha Yun pun melepas pelukannya.
“Apa-apaan kamu?” sungut Ha Yun.
“Jenny kan khawatir sama keadaan Kak Ha Yun.” Ujar Jenny yang mana saat ini Ha Yun tengah berada di rumah sakit setelah di haj*R anak buah Mr. FM.
“Tapi bukan berarti kamu meluk-meluk aku gitu,”
“Aku kan pacar Kak Ha Yun,”
“Kita putus,”
“Kita kan belum tiga bulan, masih ada tiga hari lagi,”
“Dalam surat perjanjian, kamu tidak boleh protes, dan hanya aku yang boleh mengaturnya, termasuk jika aku ingin memutuskan hubungan kita sekarang,”
“Pokoknya Jenny enggak mau,”
“Ya sudah, tapi kamu tidak boleh cemburu jika aku jalan sama pacar aku.” Kata Ha Yun menarik Sheny ke sampingnya.
“Kok gitu?” keluh Jenny.
“Eh... Kamu ini ya! Udah di tolak, masih ada ngeyel,” sambung Andre.
“Eh.. loe itu junior harus sopan,” balas Jenny.
“Ini bukan kampus…
Sang Dokter Cinta
bab 110
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments