3.TAKUT TERLALU PERCAYA DIRI

Sejak sore itu, pikiran Kenzo tidak bisa berhenti memutar ulang kejadian di teras rumah Nayla. Tatapan mata mereka, senyum malu Nayla, dan kata-kata yang terasa punya makna lebih dari sekadar obrolan biasa.

"Apa mungkin... dia juga ngerasain hal yang sama?" pikir Kenzo sambil berbaring di kasurnya malam itu.

Tapi semakin ia berharap, semakin ia merasa takut.

Dia tahu Nayla adalah teman dekatnya. Seseorang yang selalu ada, yang membuat harinya cerah dengan tawa dan cerewetnya. Tapi... kalau ia salah menebak? Kalau ternyata semua itu cuma kehangatan seorang sahabat?

“Nanti kalau aku ngaku suka... terus dia merasa risih, terus kita jadi asing gimana…”

Kenzo memejamkan mata, mencoba mengabaikan degup jantung yang tiba-tiba melonjak setiap kali ia mengingat senyum manis Nayla.

Hari-hari berikutnya, dia mulai lebih memperhatikan Nayla. Cara Nayla melipat lengan baju saat panas, kebiasaannya menggigit ujung pulpen saat berpikir, dan ekspresi lucunya saat mendadak salah paham.

Semua terlihat... menggemaskan dan imut.

Namun, semakin dia jatuh, semakin dia menjaga jarak secara emosional.

Setiap kali Nayla tertawa sambil menepuk bahunya, Kenzo membalas dengan senyum kecil—tapi hatinya bergejolak. Setiap kali Nayla curhat soal hal-hal sepele, dia ingin bilang, “Aku bisa jadi lebih dari sekadar teman.” Tapi lidahnya tidak bisa mengatakan nya.

Suatu siang, saat mereka duduk berdua di bangku taman sekolah, Nayla mengangguk-angguk sambil membaca komik yang ia pinjam dari perpustakaan. Kenzo duduk di sebelahnya, mencuri pandang, lalu bertanya pelan:

“Nay... kalau misalnya... ada cowok yang suka sama kamu, tapi dia takut kamu bakal ngejauh kalau tahu... kamu bakal gimana?”

Nayla berhenti membaca. Menoleh pelan. “Kalau cowok itu sahabat aku, aku bakal bilang... jangan takut. Karena kalau perasaan itu tulus, aku nggak akan ninggalin dia begitu aja.”

Kenzo menahan napas.

“Tapi...” lanjut Nayla sambil menatap langit, “...kalau dia terlalu percaya diri dan nebak-nebak sendiri tanpa tanya aku dulu, ya aku mungkin jadi risih sih. Hehe.”

Kenzo terdiam. Jawaban itu seperti tamparan, tapi juga harapan.

Di dalam hatinya, pergolakan dimulai. Antara ingin memperjuangkan... atau menjaga yang sudah ada.

Dan hari itu, Kenzo hanya bisa menatap Nayla sambil tersenyum tipis. Menyimpan rasa itu untuk sementara waktu.

Tapi tidak selamanya dia bisa diam, kan?

Hari Sabtu datang dengan langit cerah. Setelah seminggu penuh ujian dan tugas, Raka mengusulkan satu ide brilian: jalan-jalan bareng ke taman kota dan cari jajanan.

“Gue udah muak sama rumus rumus, ya Tuhan… otak gue kering!” keluh Raka di grup chat mereka.

“Ayo dong, Keira! Kita butuh penyegar suasana,” sambung Nayla semangat.

Keira awalnya menolak, tapi akhirnya luluh juga. “Oke, asal kalian nggak ngajak ke tempat yang rame-rame banget.”

Dan begitulah, keempat sahabat itu akhirnya berjalan berdampingan menyusuri taman kota. Raka dan Keira berdebat soal musik di awal-awal—klasik. Raka ngotot kalau lagu EDM paling mantap, sementara Keira tetap setia pada jazz dan akustik.

“EDM tuh bisa bikin semangat, Keira. Coba lo dengerin pas belajar, pasti langsung semangat 45!” celetuk Raka sambil menirukan gaya DJ, lengkap dengan goyangan absurd.

Keira mendengus. “Aku belajar pakai otak, bukan pakai telinga berdengung.”

Nayla tertawa. Kenzo pun ikut nyengir, tapi matanya lebih sering melirik ke arah Nayla yang tampak cerah hari itu. Rambutnya diikat setengah, dan dia mengenakan blouse putih dengan celana jeans biru langit—simpel, tapi bikin jantung Kenzo berdetak cepat.

Mereka duduk di atas rumput taman, membentuk lingkaran sambil menikmati es krim. Nayla menyuapkan sesendok kecil ke arah Kenzo.

“Coba deh rasa stroberi aku. Enak, serius,no boong boong!”

Kenzo kaget sejenak. Nayla menyodorkan sendok kecil itu langsung ke depan mulutnya. Sadar bahwa tatapan Raka dan Keira mulai jahil, Kenzo buru-buru mengambil sendoknya dengan tangan sendiri dan mencicipinya.

“E-emmm, enak juga,” ucapnya sambil nyengir malu.

Raka langsung menggoda. “Waduh, suap-suapan nih ya? Hei hei Keira, suapin aku juga dong biar adil!”

Keira menatap tajam. “Mau aku suapin pakai cabai rawit nggak?”

Raka meringis. “Oke, batal.”

Kenzo merasa bahagia—momen ini hangat, ringan, dan tak ada beban. Namun, di tengah candaan dan tawa itu, ia makin sadar betapa Nayla telah mencuri tempat spesial di hatinya.

Saat mata mereka bertemu sebentar, Nayla tersenyum. “Kamu kenapa, Zo? Melamun?”

“Enggak,” jawab Kenzo, pelan. “Aku cuma... senang hari ini.”

Nayla tersenyum lebih lebar. “Aku juga.”

Tanpa mereka sadari, momen kecil itu makin mempererat ikatan mereka,bukan cuma sebagai sahabat, tapi sebagai dua hati yang diam-diam mulai saling mengisi.

Dan hari itu, untuk pertama kalinya Kenzo merasa: mungkin, hanya mungkin… ini bukan sekadar perasaan sepihak.

★SELANJUTNYA★

Episodes
1 1.AWAL DARI SEMUA CERITA
2 2.TUMBUH DIAM DIAM
3 3.TAKUT TERLALU PERCAYA DIRI
4 4.MELINDUNGI ORANG YANG DICINTAI
5 5.TERTAWA BERSAMA,DEKAT TANPA SADAR
6 6.PAGI YANG MELELAHKAN, TAPI MENYENANGKAN
7 7.RAKA DAN DUNIA MIMPINYA
8 8.TUGAS DADAKAN DAN KEJUTAN MANIS
9 9.AKU SELALU MENJAGA ITU
10 10.AKU SUKA KAMU
11 11.PASANGAN BARU DI SEKOLAH
12 12.KENCAN PERTAMA YANG BIKIN DEG DEGAN
13 13.SAAT DUNIA MULAI TAHU
14 14.DIAM YANG MENGGANJAL
15 15.DIBAWAH SENJA
16 16.JARAK YANG TAK TERUCAP
17 17.LUKA DI BALIK DIAM
18 18.SEMUA TERUNGKAP
19 19.BAYANGAN MASA LALU
20 20.DIAM YANG MENYAKITKAN
21 21.PERASAAN TAK NYAMAN
22 22.KEPUTUSAN DI TENGAH MALAM
23 23.BAYANGAN BAHAYA YANG NYATA
24 24.TEMAN LAMA
25 25.PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA
26 DI DEPAN GUDANG NERAKA
27 27.JALAN MENUJU TITIK AKHIR
28 28.WAJAH ASLI DARI BAYANGAN
29 29.LUKA YANG TAK TERLIHAT
30 30.OPERASI RAHASIA DIMULAI
31 31.GADIS DI RUANG TERKURUNG
32 32.SEKEJAP SEBELUM BADAI
33 33.PANGGILAN KEBENARAN
34 34.DATANGNYA BALA BANTUAN
35 35.LUKA LAMA,DENDAM LAMA
36 36.PERTARUNGAN ANTARA DUA ORANG KUAT
37 37.TENDANGAN RAJA
38 TIPUAN YANG MEMATIKAN
39 39.TAWARAN TAK TERDUGA
40 40.AKU JALAN BARENG KAMU HARI INI
41 41.DIAM DIAM TUMBUH RASA
42 42.KENAIKAN KELAS
43 43.HARI PERTAMA
44 44.TRIO BUCIN
45 45.PASANGAN BARU
46 46.MAKAN MALAM BERSAMA PASANGAN BARU
47 47.PENGUMUMAN TAK TERDUGA
48 48.TEMPAT PENUH KENANGAN
49 49.PULANG BERSAMA
50 50.PERPISAHAN YANG MANIS
51 51.Di Sampingmu Saat Kau Lemah
52 52.DIBERI RESTU
53 53.PERPISAHAN YANG MENYEDIHKAN
54 54.SATU PER SATU PERGI
55 55.DEMI MASA DEPAN
56 56.DIA TELAH KEMBALI
57 57.TUAN PUTRI DI RUMAH SANG PANGERAN
58 58.HARI BAHAGIA
59 59.IMPIAN YANG TERWUJUD
Episodes

Updated 59 Episodes

1
1.AWAL DARI SEMUA CERITA
2
2.TUMBUH DIAM DIAM
3
3.TAKUT TERLALU PERCAYA DIRI
4
4.MELINDUNGI ORANG YANG DICINTAI
5
5.TERTAWA BERSAMA,DEKAT TANPA SADAR
6
6.PAGI YANG MELELAHKAN, TAPI MENYENANGKAN
7
7.RAKA DAN DUNIA MIMPINYA
8
8.TUGAS DADAKAN DAN KEJUTAN MANIS
9
9.AKU SELALU MENJAGA ITU
10
10.AKU SUKA KAMU
11
11.PASANGAN BARU DI SEKOLAH
12
12.KENCAN PERTAMA YANG BIKIN DEG DEGAN
13
13.SAAT DUNIA MULAI TAHU
14
14.DIAM YANG MENGGANJAL
15
15.DIBAWAH SENJA
16
16.JARAK YANG TAK TERUCAP
17
17.LUKA DI BALIK DIAM
18
18.SEMUA TERUNGKAP
19
19.BAYANGAN MASA LALU
20
20.DIAM YANG MENYAKITKAN
21
21.PERASAAN TAK NYAMAN
22
22.KEPUTUSAN DI TENGAH MALAM
23
23.BAYANGAN BAHAYA YANG NYATA
24
24.TEMAN LAMA
25
25.PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA
26
DI DEPAN GUDANG NERAKA
27
27.JALAN MENUJU TITIK AKHIR
28
28.WAJAH ASLI DARI BAYANGAN
29
29.LUKA YANG TAK TERLIHAT
30
30.OPERASI RAHASIA DIMULAI
31
31.GADIS DI RUANG TERKURUNG
32
32.SEKEJAP SEBELUM BADAI
33
33.PANGGILAN KEBENARAN
34
34.DATANGNYA BALA BANTUAN
35
35.LUKA LAMA,DENDAM LAMA
36
36.PERTARUNGAN ANTARA DUA ORANG KUAT
37
37.TENDANGAN RAJA
38
TIPUAN YANG MEMATIKAN
39
39.TAWARAN TAK TERDUGA
40
40.AKU JALAN BARENG KAMU HARI INI
41
41.DIAM DIAM TUMBUH RASA
42
42.KENAIKAN KELAS
43
43.HARI PERTAMA
44
44.TRIO BUCIN
45
45.PASANGAN BARU
46
46.MAKAN MALAM BERSAMA PASANGAN BARU
47
47.PENGUMUMAN TAK TERDUGA
48
48.TEMPAT PENUH KENANGAN
49
49.PULANG BERSAMA
50
50.PERPISAHAN YANG MANIS
51
51.Di Sampingmu Saat Kau Lemah
52
52.DIBERI RESTU
53
53.PERPISAHAN YANG MENYEDIHKAN
54
54.SATU PER SATU PERGI
55
55.DEMI MASA DEPAN
56
56.DIA TELAH KEMBALI
57
57.TUAN PUTRI DI RUMAH SANG PANGERAN
58
58.HARI BAHAGIA
59
59.IMPIAN YANG TERWUJUD

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!