Setelah kabar bahagia disampaikan dan restu diterima dengan sukacita, malam itu menjadi malam penuh kehangatan.
Meja makan besar di rumah keluarga Kenzo dipenuhi hidangan lezat yang dimasak oleh koki pribadi keluarga. Tapi tak ada yang lebih nikmat dari suasana akrab yang tercipta.
Kenzo duduk di samping Nayla, sementara ibu dan ayahnya duduk berseberangan.
"Ini pertama kalinya kita makan malam lengkap seperti ini ya, Nayla," ucap Ibu Kenzo sambil tersenyum manis. "Semoga nanti tiap minggu kita bisa makan seperti ini lagi."
Nayla mengangguk, tersenyum lebar. "Saya juga senang bisa menjadi bagian dari keluarga ini, Bu."
Kenzo diam-diam menatap Nayla, dan senyumnya tak bisa disembunyikan.
Ayah Kenzo menambahkan, "Kalian berdua adalah kebanggaan kami. Kami doakan semuanya berjalan lancar."
Setelah makan malam, mereka duduk bersama di ruang keluarga. Ibu Kenzo mengambil album foto masa kecil Kenzo dan memperlihatkannya ke Nayla.
"Ini Kenzo waktu masih TK, coba lihat ekspresinya," katanya geli sambil menunjukkan foto kecil Kenzo dengan rambut jabrik dan pipi bulat.
Nayla tertawa geli. "Lucu banget! Tapi kenapa rambutnya bisa segitu berantakan?"
Kenzo langsung menutup wajahnya dengan bantal, malu.
Ibu dan ayahnya hanya tertawa hangat.
Malam itu, mereka mengobrol cukup lama hingga akhirnya Ibu Kenzo menunjukkan kamar tamu.
"Nayla, kamu tidur di kamar ini ya malam ini. Kamarnya sudah kami siapkan."
"Terima kasih banyak, Bu," jawab Nayla sopan.
Sementara Kenzo juga menuju kamarnya sendiri, ia sempat berdiri di depan pintu kamar Nayla dan berbisik pelan.
"Selamat tidur, calon istriku."
Dari balik pintu, Nayla tersenyum kecil. "Selamat tidur juga, calon suamiku."
Ke esokannya
Pagi itu, sinar matahari yang hangat menembus jendela kamar tamu. Nayla terbangun dengan aroma roti panggang dan teh melati. Ia mengucek mata, masih belum terbiasa dengan kasur selembut itu dan suasana yang begitu tenang dan mewah.
Saat ia membuka pintu kamar, dua pelayan wanita sudah berdiri dengan senyu…
BAYANG CINTA DAN RAHASIA
57.TUAN PUTRI DI RUMAH SANG PANGERAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments