Cahaya matahari pagi menembus jendela kamar Kenzo, menyorot tepat ke wajahnya.
"ARGHH! Sudah jam segini?!"
Kenzo langsung melompat dari tempat tidurnya, menyambar handuk, dan berlari ke kamar mandi dengan kecepatan kilat. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk cuci muka, ganti baju, dan yang paling penting menyelamatkan sepotong roti dari dapur.
Dengan roti tergigit di mulut dan tas yang nyaris tak tertutup resletingnya, Kenzo berlari keluar rumah seperti pelari olimpiade.
Di pertigaan jalan, saat ia hendak mempercepat langkah, matanya menangkap sosok yang tak asing. Raka. Dengan jaket setengah terpasang, roti di satu tangan, dan minuman kaleng di tangan lainnya.
"WOY! Sama-sama kesiangan nih, bro?!"
Kenzo berteriak sambil mengejar, masih menggigit rotinya.
Raka menoleh, tertawa, lalu menyeruput minumannya. “Yaelah, gue pikir cuma gue doang yang telat! Nih, mau minum? Lumayan buat dorong roti lo yang kering itu!”
Tanpa ragu, Kenzo menerima minuman kaleng itu dan minum sambil tetap berlari.
“Kenapa lo telat?” tanya Raka sambil nyengir.
“Aduh... kemarin malam kepikiran sesuatu, jadi susah tidur.”
“Ohh... sesuatu atau... seseorang?” goda Raka dengan senyum nakal.
Kenzo melotot sebentar tapi nggak menjawab. Wajahnya sedikit memerah, dan Raka pun langsung ketawa ngakak.
"Udah lah, yang penting kita sampe sekolah sebelum gerbang ditutup! Lariii!!!"
Mereka berdua kembali berlari kencang, saling menyemangati, saling menertawakan roti yang hampir jatuh, dan sesekali saling dorong kecil untuk ngejar waktu.
Walaupun pagi itu dimulai dengan terburu-buru, tawa dan kebersamaan mereka membuat segalanya terasa ringan.
Dengan nafas ngos-ngosan dan peluh menetes di dahi, Kenzo dan Raka akhirnya tiba di depan gerbang sekolah.
Dan yang mereka temukan?
Sebuah kenyataan pahit.
Gerbang besi besar itu sudah tertutup rapat, dan di baliknya berdiri sosok yang membuat semua murid telat merinding,Pak Slamet, satpam senior yang terkenal galak tapi lucu.
Raka langsung menahan lututnya, “Kita... t…
BAYANG CINTA DAN RAHASIA
6.PAGI YANG MELELAHKAN, TAPI MENYENANGKAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments