5.TERTAWA BERSAMA,DEKAT TANPA SADAR

Matahari mulai tenggelam saat mereka memutuskan untuk pulang. Namun sebelum itu, Raka tiba-tiba punya ide jahil.

“Eh, sebelum pulang kita foto bareng dulu dong. Buat kenang-kenangan. Mumpung lagi lengkap dan penuh drama hari ini.”

Keira mengeluarkan ponselnya dan mengatur kamera di mode self-timer. Mereka berdiri berempat, dengan Raka dan Keira di samping, Kenzo dan Nayla di tengah.

“hei Ken, kamu agak deketin Nayla dong. Biar simetris,” ujar Keira licik.

“Ehh a—apa sih…” Nayla panik sedikit, tapi wajahnya sudah memerah.

Kenzo cengengesan, lalu dengan santai mendekat. Tapi saat tangannya menyentuh pundak Nayla secara tidak sengaja, keduanya langsung kaku.

“Wah, aura pink di tengah nih,” goda Raka sambil tertawa.

Mereka berfoto, tertawa, dan menikmati momen kecil yang mungkin terlihat sederhana… tapi bagi Kenzo dan Nayla, rasanya luar biasa.

Setelah foto, mereka berjalan pulang beriringan. Nayla sedikit tertinggal di belakang, lalu memanggil Kenzo pelan.

“Kenzo…”

“Hmm?”

“Aku… senang kamu ada hari ini.”

Kenzo menoleh, tersenyum tipis. “Aku juga senang nayla.”

Untuk pertama kalinya, mereka tersenyum… dengan rasa yang baru mulai tumbuh. Di balik canda dan tawa, ada hati yang diam-diam menyambut cinta.

Setelah sesi foto dan canda tawa itu, matahari mulai benar-benar tenggelam. Suasana taman perlahan sepi, hanya suara jangkrik dan angin sore yang menemani.

“Wah, udah jam segini,” Raka melihat jam tangannya. “Gue duluan ya. Rumah gue ke arah timur.”

Keira menyahut sambil merapikan rambutnya, “Aku juga deh, beda arah dari kalian. Nih, dua orang tengah jalan bareng aja tuh~” ucapnya dengan senyum penuh arti.

Raka menoleh ke Kenzo dan Nayla, lalu menggoda tanpa ampun, “Hati-hati di jalan ya, pasangan belum jadian!”

“Rakaa!!” Nayla langsung melempar bungkus es krim kosong ke arah Raka, tapi cowok itu tertawa sambil kabur.

Keira ikut tertawa kecil, lalu mendekat ke Nayla dan berbisik pelan, “Jangan terlalu galak, Nay… siapa tahu dia suka cewek yang lembut,hehe.” Kemudian ia melambai dan pergi menyusul Raka.

Dan sekarang… hanya ada Kenzo dan Nayla di tengah taman yang mulai sunyi.

Keheningan menyelimuti mereka beberapa detik. Canggung.

Nayla mengayunkan tangannya sambil menunduk. Kenzo berjalan di sebelahnya, diam, namun dalam pikirannya ribuan kata berputar.

“…Kenzo,” Nayla akhirnya memecah keheningan.

“Hm?” Kenzo menoleh cepat.

“Terima kasih ya…. . sebenarnya Aku masih kepikiran kejadian tadi.”

Kenzo tersenyum pelan. “Kamu nggak perlu takut.Ada aku kok.”

Mereka terus berjalan. Langkah perlahan, obrolan pun mulai mengalir lagi.

“Kamu itu ya… bisa lucu, bisa kalem, tapi kalau berantem bisa kayak superhero,” ujar Nayla sambil meliriknya.

“Superhero nggak galak kayak aku tadi,” balas Kenzo dengan cengiran malu.

“Tapi tadi kamu keren banget,” bisik Nayla lirih. Kenzo nyaris tak mendengarnya, tapi tatapan mata mereka saling bertemu sebentar… dan waktu seolah melambat.

Kenzo menoleh cepat, mencoba menetralkan suasana. “Eh… kamu yakin nggak trauma? Tadi sempat ditarik kan?”

Nayla menggeleng pelan. “Nggak kok.aku gak trauma, Soalnya ada kamu.”

Suasana hening lagi. Tapi kali ini, bukan karena canggung… melainkan hangat. Nyaman.

Angin menyapu lembut wajah mereka. Dan di bawah langit senja yang mulai gelap, dua hati mulai saling mengerti… bahwa perasaan mereka tumbuh tak hanya dari canda dan tawa, tapi juga dari momen-momen diam yang terasa dalam.

Langkah kaki mereka perlahan mendekati pertigaan jalan di mana rute pulang mereka berpisah. Lampu jalan mulai menyala, menambah suasana damai sekaligus… sedikit berat.

“Ehm, jadi… rumahmu ke arah sana ya?” tanya Kenzo sambil menunjuk ke kiri.

Nayla mengangguk pelan. “Iya… kamu ke kanan, kan?”

“Iya.”

Mereka berdiri beberapa detik di bawah lampu jalan. Tak ada yang bicara, tapi keduanya seolah tak ingin buru-buru melangkah.

“Aku… senang hari ini,” ucap Nayla pelan sambil tersenyum manis.

Kenzo balas tersenyum, meski ada sedikit gugup di matanya. “Aku juga. Hari ini… nyenengin banget. Apalagi pas—eh, ya pokoknya seru,” katanya, hampir keceplosan.

Lalu mereka tertawa kecil bersama.

“Kenzo…” Nayla kembali memanggil, lebih pelan kali ini.

“Hm?”

“Kamu…” ia menggigit bibir bawahnya ragu. “Kamu keren banget tadi. Makasih, ya.”

Wajah Kenzo sedikit memerah, tapi dia menunduk sedikit dan menjawab, “Aku nggak bisa diem aja liat kamu diganggu. Nggak akan kubiarin itu terjadi, Nay.”

Mata mereka bertemu sekali lagi. Tak lama, tapi cukup untuk membuat dada Nayla berdebar lebih cepat.

“…Aku pulang dulu, ya,” ucap Nayla akhirnya sambil melangkah mundur pelan.

Kenzo mengangguk, “Hati-hati di jalan. Kabarin kalau udah sampai rumah.”

“Iya.” Nayla tersenyum, lalu berbalik dan melangkah pergi. Tapi sebelum terlalu jauh, dia menoleh ke belakang dan melambaikan tangan. “Dadah, Kenzo!”

Kenzo terdiam beberapa detik, lalu membalas lambaiannya. “Dadah, Nayla…”

Saat Nayla menghilang di tikungan, Kenzo berdiri sendiri di bawah cahaya lampu jalan. Ia menghela napas panjang, senyum tipis menggantung di wajahnya.

Dalam hati, ia berkata pelan, “Kalau perasaan ini nyata… semoga dia bisa merasakannya juga.”

Dan malam pun benar-benar turun, menyelimuti awal kisah yang diam-diam mulai tumbuh diantara mereka.

Setelah itu, Kenzo menatap langit malam yang mulai dihiasi bintang-bintang kecil.

Angin malam berhembus pelan, membawa sisa aroma es krim dan tawa yang masih membekas di pikirannya.

Langkah kakinya mulai bergerak menuju arah pulang, tapi pikirannya masih tertinggal di pertigaan jalan tadi. Di sana… ia merasa ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang tumbuh.

Tapi di balik semua rasa itu, ada satu hal yang ia genggam erat yaitu persahabatan mereka.

Kenzo mengepalkan tangan, menatap lurus ke depan dengan tekad dalam matanya.

"Aku nggak tahu perasaan ini akan dibalas atau nggak... Tapi satu hal yang pasti," gumamnya pelan, "aku akan menjaga persahabatan ini selamanya."

Langkahnya terus berjalan, perlahan menghilang di sepanjang jalan setapak yang diterangi cahaya kuning lampu jalan, mengantarnya pulang.

★SELANJUTNYA★

Episodes
1 1.AWAL DARI SEMUA CERITA
2 2.TUMBUH DIAM DIAM
3 3.TAKUT TERLALU PERCAYA DIRI
4 4.MELINDUNGI ORANG YANG DICINTAI
5 5.TERTAWA BERSAMA,DEKAT TANPA SADAR
6 6.PAGI YANG MELELAHKAN, TAPI MENYENANGKAN
7 7.RAKA DAN DUNIA MIMPINYA
8 8.TUGAS DADAKAN DAN KEJUTAN MANIS
9 9.AKU SELALU MENJAGA ITU
10 10.AKU SUKA KAMU
11 11.PASANGAN BARU DI SEKOLAH
12 12.KENCAN PERTAMA YANG BIKIN DEG DEGAN
13 13.SAAT DUNIA MULAI TAHU
14 14.DIAM YANG MENGGANJAL
15 15.DIBAWAH SENJA
16 16.JARAK YANG TAK TERUCAP
17 17.LUKA DI BALIK DIAM
18 18.SEMUA TERUNGKAP
19 19.BAYANGAN MASA LALU
20 20.DIAM YANG MENYAKITKAN
21 21.PERASAAN TAK NYAMAN
22 22.KEPUTUSAN DI TENGAH MALAM
23 23.BAYANGAN BAHAYA YANG NYATA
24 24.TEMAN LAMA
25 25.PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA
26 DI DEPAN GUDANG NERAKA
27 27.JALAN MENUJU TITIK AKHIR
28 28.WAJAH ASLI DARI BAYANGAN
29 29.LUKA YANG TAK TERLIHAT
30 30.OPERASI RAHASIA DIMULAI
31 31.GADIS DI RUANG TERKURUNG
32 32.SEKEJAP SEBELUM BADAI
33 33.PANGGILAN KEBENARAN
34 34.DATANGNYA BALA BANTUAN
35 35.LUKA LAMA,DENDAM LAMA
36 36.PERTARUNGAN ANTARA DUA ORANG KUAT
37 37.TENDANGAN RAJA
38 TIPUAN YANG MEMATIKAN
39 39.TAWARAN TAK TERDUGA
40 40.AKU JALAN BARENG KAMU HARI INI
41 41.DIAM DIAM TUMBUH RASA
42 42.KENAIKAN KELAS
43 43.HARI PERTAMA
44 44.TRIO BUCIN
45 45.PASANGAN BARU
46 46.MAKAN MALAM BERSAMA PASANGAN BARU
47 47.PENGUMUMAN TAK TERDUGA
48 48.TEMPAT PENUH KENANGAN
49 49.PULANG BERSAMA
50 50.PERPISAHAN YANG MANIS
51 51.Di Sampingmu Saat Kau Lemah
52 52.DIBERI RESTU
53 53.PERPISAHAN YANG MENYEDIHKAN
54 54.SATU PER SATU PERGI
55 55.DEMI MASA DEPAN
56 56.DIA TELAH KEMBALI
57 57.TUAN PUTRI DI RUMAH SANG PANGERAN
58 58.HARI BAHAGIA
59 59.IMPIAN YANG TERWUJUD
Episodes

Updated 59 Episodes

1
1.AWAL DARI SEMUA CERITA
2
2.TUMBUH DIAM DIAM
3
3.TAKUT TERLALU PERCAYA DIRI
4
4.MELINDUNGI ORANG YANG DICINTAI
5
5.TERTAWA BERSAMA,DEKAT TANPA SADAR
6
6.PAGI YANG MELELAHKAN, TAPI MENYENANGKAN
7
7.RAKA DAN DUNIA MIMPINYA
8
8.TUGAS DADAKAN DAN KEJUTAN MANIS
9
9.AKU SELALU MENJAGA ITU
10
10.AKU SUKA KAMU
11
11.PASANGAN BARU DI SEKOLAH
12
12.KENCAN PERTAMA YANG BIKIN DEG DEGAN
13
13.SAAT DUNIA MULAI TAHU
14
14.DIAM YANG MENGGANJAL
15
15.DIBAWAH SENJA
16
16.JARAK YANG TAK TERUCAP
17
17.LUKA DI BALIK DIAM
18
18.SEMUA TERUNGKAP
19
19.BAYANGAN MASA LALU
20
20.DIAM YANG MENYAKITKAN
21
21.PERASAAN TAK NYAMAN
22
22.KEPUTUSAN DI TENGAH MALAM
23
23.BAYANGAN BAHAYA YANG NYATA
24
24.TEMAN LAMA
25
25.PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA
26
DI DEPAN GUDANG NERAKA
27
27.JALAN MENUJU TITIK AKHIR
28
28.WAJAH ASLI DARI BAYANGAN
29
29.LUKA YANG TAK TERLIHAT
30
30.OPERASI RAHASIA DIMULAI
31
31.GADIS DI RUANG TERKURUNG
32
32.SEKEJAP SEBELUM BADAI
33
33.PANGGILAN KEBENARAN
34
34.DATANGNYA BALA BANTUAN
35
35.LUKA LAMA,DENDAM LAMA
36
36.PERTARUNGAN ANTARA DUA ORANG KUAT
37
37.TENDANGAN RAJA
38
TIPUAN YANG MEMATIKAN
39
39.TAWARAN TAK TERDUGA
40
40.AKU JALAN BARENG KAMU HARI INI
41
41.DIAM DIAM TUMBUH RASA
42
42.KENAIKAN KELAS
43
43.HARI PERTAMA
44
44.TRIO BUCIN
45
45.PASANGAN BARU
46
46.MAKAN MALAM BERSAMA PASANGAN BARU
47
47.PENGUMUMAN TAK TERDUGA
48
48.TEMPAT PENUH KENANGAN
49
49.PULANG BERSAMA
50
50.PERPISAHAN YANG MANIS
51
51.Di Sampingmu Saat Kau Lemah
52
52.DIBERI RESTU
53
53.PERPISAHAN YANG MENYEDIHKAN
54
54.SATU PER SATU PERGI
55
55.DEMI MASA DEPAN
56
56.DIA TELAH KEMBALI
57
57.TUAN PUTRI DI RUMAH SANG PANGERAN
58
58.HARI BAHAGIA
59
59.IMPIAN YANG TERWUJUD

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!