‘Satu lagi masalah selesai dengan mudah!’ seringai seseorang seraya memandangi gundukan tanah basah di hadapannya.
‘Dasar orang-orang bodoh! Tunggu giliran kalian satu per satu!’ imbuhnya lalu kembali membaur dengan para warga, berpura-pura mendoakan mendiang yang baru saja mereka kuburkan dengan nama yang salah.
.
.
.
Hampir satu jam upacara pemakaman baru selesai. Satu per satu warga meninggalkan tempat itu. Ada yang langsung pulang ke rumah masing-masing, ada yang kembali ke rumah Sukijo untuk menemani keluarga yang masih berduka.
Sementara itu, di sudut bagian luar area pemakaman, di balik pohon asem, seorang pemuda berdiri mengawasi hingga semua orang meninggalkan tempat itu.
Setelah dirasa sepi dan aman dari warga, pemuda itu berjalan cepat setengah mengendap-endap memasuki area pemakaman, dengan sebuah cangkul besar di tangan kanan.
Tepat di pintu masuk ia melepas kasut dan berhenti sejenak melongok ke dalam, mengedarkan pandangannya, kembali memastikan tak ada warga yang masih berada di sana. ‘Aman!’ batinnya seraya menahan rasa takut luar biasa.
Cruk
Cruk
Cruk
Pemuda itu menggali kuburan yang masih baru itu dengan cangkul besar yang dibawanya tadi. Tanah yang masih gembur karena pemakaman baru saja selesai, membuat si pemuda tak begitu kesulitan menggali.
Pemuda itu terus menggali tanpa peduli keringat dan badannya yang kotor. ‘Ah, dikit lagi!’ serunya dalam hati dengan rasa puas.
“Sudah kuduga!”
Tiba-tiba seseorang sudah berdiri tepat di ambang liang lahat. Pemuda yang menggali itu terkejut lalu mendongak ke arah sumber suara.
“Oh, Mas Kijo, a-anu— dengarkan dulu, aku tak bermaksud—”
“Lasmi sudah memberitahuku tadi. Dan aku datang hanya untuk membantumu!” ucap Sukijo tanpa basa-basi, lalu turun membantu Parto yang berusaha kembali menggali makam.
“Entah benar atau tidak, tapi aku baru tersadar saat melihat ke dalam lemari, dan memang hanya baju yang kamu ucapkan tadi yang tak ada di sana. Jadi, pastikan mengirim sampel bagian dari jasad ini sesuai dengan r…
Misteri Ikat Rambut Berdarah
Bertemu Pria Bertopeng
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
HK
Sopankah nyuruh-nyuruh arwah begini? /Smug/
2025-07-09
3
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wahhh keren juga ini
yahhhh 250% mgkin cukup kali yaaaa
dann smg aja arwah2 ini bisa membantu lah dlm kondisi yg sulit
2025-07-09
4
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
sepertinya laki-laki memang seperti itu Jum, suka playing victim..
dia yang nggak mau ngasih nafkah, giliran digugat, malah nuduh-nuduh selingkuh... haduh...😩😩
2025-07-09
2