Di tempat lain, dimana jiwa Jumini masih terperangkap dalam emosi sang bayi, ia tampak meringkuk, merasakan kosong, dan kesepian yang dalam seakan tak memiliki akhir.
“Jika… bayi itu dilahirkan ibuku, itu artinya dia adalah saudaraku, lalu kenapa ibuku tega melakukannya, hutang apa hingga ia bisa senekat itu? Dan ayah… orang yang selalu kuhormati dan kurindukan….”
Dalam ruang hampa itu, kini hanya dipenuhi isak tangis Jumini, tangis duka, tangis penuh pertanyaan.
“Maafkan Ayah, Nduk,” Suara dan sosok tak asing itu muncul samar. Sosok itu berdiri tertunduk, seakan menunjukkan penyesalan besar yang tak bisa terhapus.
Jumini mendongak, menatap sosok itu. “Kenapa? Kenapa aku tak pernah tahu akan hal ini, Yah!” Dengan emosi dan kemarahan yang membara, Jumini bangkit mencoba mendekat pada sosok itu.
Namun semakin Jumini berusaha mencapai, sosok itu tampak semakin jauh.
“Cerita ini tak akan mengubah apapun, tapi mungkin kamu harus tahu agar kamu bisa keluar dari kegelapan. Jangan pernah salahkan ibumu, semua kesalahan ada padaku.”
“Terlambat, aku tidak punya alasan untuk mendengarkan apapun itu yang ayah keluhkan! Aku harus membalaskan dendam bayi tak berdosa ini! Dia pantas melakukannya, dia berhak menuntut balas atas ketidakadilan yang dia terima!”
“Nduk… jika kamu melakukannya, kamu akan hancur bersamanya, sadarlah jangan terpengaruh, salahkan saja Ayahmu ini!”
“Tidak! Tidak ada jalan untuk kembali, kalian terlalu kejam, kalian harus merasakan buah dari perbuatan kalian!”
“Ibu… jangan tinggalkan Seli!” Samar-samar dan jauh, Jumini seakan mendengar panggilan Seli, lalu diikuti tawa menggemaskan gadis itu. “Ibu!”
“Dengarlah, putrimu memanggil! Kamu ingat kan?”
Jumini menutup kedua telinganya, mulai terjadi perang di dalam batinnya.
“Jangan mempengaruhiku! Ini adalah karmamu! Semua anakmu harus merasakan bagaimana sakit yang kurasakan. Cucumu harus menerima takdir pahit seperti yang aku alami!” seru Jumini namun suara yang keluar dari mulutnya adalah suara sosok pria…
Misteri Ikat Rambut Berdarah
Karma Orang Tua, Dibayar Keturunannya?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
ya begitulah... orang yang bekerja keras terlihat lebih tua...
tapi Bu sumiyem ini keren loh... bisa kuat gitu bertahun-tahun merawat anak dari laki-laki yang dicintainya bersama orang lain..😭
2025-09-02
1
Bulanbintang
Walji rajin perawatan, skinkernya mahal. Sementara Parto nggak pernah kepikiran sampai sana. Ada uang untuk makan aja udah alhamdulillah.
2025-09-02
1
Bulanbintang
gertak balas?
cukup pakai salah satu aja, Thor.
2025-09-02
1