.......Flashback ingatan Walji........
"Hati-hati, jangan berlarian, kan jadi jatuh, kayak bocah!" seru seorang anak laki-laki berseragam SMP.
"Hilih, anaknya Bu Bidan, sok baik! Sok keren!" balas seorang siswi mencebik ke arah temannya itu sambil berusaha berdiri lagi.
"Hilih, kamu suka pun!" Siswa itu berjongkok, meletakkan ransel Jumini yang ia pegang sejak tadi, lalu membersihkan lutut gadis itu. "Tuh kan lecet, coba lari sekali lagi biar jatuh lagi, biar berdarah-darah."
"Kok gitu sih? Kamu jahat!" protes Jumini semakin cemberut lalu melipat kedua lengan tangannya di dada.
Namun detik selanjutnya, siswa itu memindahkan ranselnya di dada, lalu berjongkok membelakangi Jumini. "Buruan, mumpung aku belum lapar, jadi masih kuat gendong kamu."
Namun belum sempat Jumini naik ke punggung siswa itu, seseorang datang dengan sepeda motor butut dari arah berlawanan.
"Kalian masih disini?"
Jumini tersenyum ramah, "Iya, Bu Bidan Ratmi, tadi main dulu."
"Ibu, darimana?" sapa si siswa lalu berdiri menyalami sang ibu.
"Habis periksa bayi yang kemarin lahir, di kampung sebelah sana!" sahut Bu Suratmi. "Parto, Jumini, ayo naik, tadi Ibu bikin getuk singkong kesukaan Parto."
"Wah, iyakah, Jumini boleh main Bu Bidan?"
"Tentu saja boleh, Ayo naik!" ajak Bu Ratmi agar dua bocah SMP itu membonceng motor bebek dua tak, motor dinas yang ia dapat dari kelurahan.
Sementara itu, tak jauh dari tempat mereka mengobrol, ada seorang siswa dengan seragam SMA, yang dari tadi sengaja menghentikan langkah, memperhatikan peristiwa itu dengan hati yang terbakar cemburu.
Siswa SMA itu adalah Walji yang telah memperhatikan Jumini sejak beberapa bulan terakhir.
........ flashback off......
Walji semakin marah karena baru menyadari masa remaja yang mengesalkan itu.
"Aku yang meminta ayah agar mengusir bidan itu, tapi kenapa aku lupa kalau Parto itu justru menjadi temanku juga saat aku dewasa! Kenapa aku tak mengenalinya!"
"Memangnya kalau kamu mengenali Parto yang sudah pindah ke kota, kamu mau apa? Kam…
Misteri Ikat Rambut Berdarah
Dosa yang Menjatuhkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
hidupku mungkin tak seterang bintang di langit, aku aku akan berusa menjadi bulan walau cahayanya hanya mampu menerangi sekitarku saja....
wkwkwkwkwkwk 🏃🏃🏃🏃😋
2025-08-27
2
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hadehh po iyo lahh bos2
sing enek yo madang ngising turu kui to yoo2
2025-08-27
3
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kakak beradik rebutan Jumini 🤭
2025-08-27
1