Keesokan harinya, Parto yang baru sadar kalau ponselnya pun raib, semakin kesal, ia melayangkan tinju ke udara untuk mengeluarkan rasa frustrasinya. "Sial! Aku tidak percaya ini! Laptop dan ponselku hilang semua!" Parto berjalan mondar-mandir di kamarnya, mencoba memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Jumini muncul di depan Parto, dengan sedikit takut, ia pun mengingatkan manusia yang tengah dipenuhi amarah itu. “To, jadi jam berapa kamu mau ke kelurahan?”
“Sekarang!” sahut Parto ketus, lalu menyambar kemeja memakainya sebagai outer dan berjalan cepat menuju ke kantor kelurahan, Jumini mengikutinya.
Ketika mereka tiba di kantor kelurahan, Parto melihat Pak Ngatnu sudah menunggu di sana, dengan senyum yang lebar di wajahnya. "Ah, Mas Parto. Selamat pagi. Aku sudah menunggumu.”
Namun Parto tak menggubrisnya, ia hanya melewatinya lalu duduk berhadapan dengan pak Lurah.
Pak Lurah memandang Parto dan Pak Ngatnu dengan tatapan bijak, "Baiklah, mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.” Pak Lurah menghela napas sejenak. “Mas Parto, Anda kehilangan laptop dan ponsel, dan Anda curiga Pak Ngatnu yang mengambilnya, betul begitu?"
Parto mengangguk, "Iya, Pak Lurah!” jawabnya tegas.
Pak Ngatnu memprotes, "Saya tidak mengambil apa-apa, Pak Lurah. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan laptop dan ponsel Mas Parto, saya sudah tua, tidak butuh barang-barang canggih seperti itu.”
Pak Lurah memandang Pak Ngatnu dengan tatapan tajam, "Pak Ngatnu, saya tahu Anda memiliki reputasi yang baik di kampung ini, tapi saya juga tahu bahwa Anda memiliki musuh. Saya ingin tahu apa yang Anda lakukan pada malam itu."
Pak Ngatnu menggelengkan kepala, "Saya tidak melakukan apa-apa, Pak Lurah. Semua orang juga tahu, kalau saya ada di lapangan sejak sore.”
Pak Lurah memandang Parto, "Mas Parto, apakah Anda memiliki bukti bahwa Pak Ngatnu yang mengambil laptop dan ponsel Anda?"
Parto berpikir sejenak, "Saya tidak memiliki bukti langsung, tapi saya yakin Pak Ngatnu menyuruh anak b…
Misteri Ikat Rambut Berdarah
Siapa Pencuri itu?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣ
itu yang dirumah sakit Jumini kali ya... trus yang nungguin walji... mayat perempuan bermuka rusak itu sengaja buat mengecoh warga biar dikira mayat Jumini.. bir nggak ada lagi yang nyari-nyari Jumini ..
2025-07-18
4
yosh—
tunggu aja tanggal mainnya/Casual/
2025-07-18
2
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
bikin penasaran saja author yosh lanjutkan🤔 lagi tegang bersambung/Facepalm/
2025-07-19
1